JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mendorong Pemerintah Provinsi Jakarta untuk berkolaborasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi banjir rob saat terjadi fenomena Supermoon.
Menurut Yuke, fenomena Supermoon kini lebih sering terjadi beberapa kali dalam setahun. Tentu hal itu bisa memicu pasang air laut.
Bahkan fenomena itu juga berpotensi terjadi peningkatan rob dan dampak cuaca lainnya, seperti angin puting beliung.
“Fenomena Supermoon ini bukan sekadar fenomena biasa. Dulu mungkin setahun sekal. Sekarang bisa berkali-kali,” ujar Yuke kepada awak media, Minggu, 4 Januari 2025.
Baca Juga: Antisipasi Tawuran Berulang, Brimob Polda Metro Jaya Patroli di Wilayah Cipinang
Yuka mengatakan pemantauan dan tindakan pencegahan dinilai sangat penting, terutama terhadap rumah-rumah warga yang rentan, termasuk ancaman pohon tumbang.
“Kondisi bangunan yang rawan angin puting beliung dan pohon-pohon harus dicek dan diantisipasi,” kata Yuke.
Menurutnya, mitigasi risiko bencana seharusnya sudah menjadi tanggung jawab penuh Pemprov DKI.
Atas dasar itu, ia mendorong koordinasi lintas mitra kerja. Khususnya terkait banjir rob di seluruh kawasan pesisir Jakarta.
Baca Juga: Pengamat Kesehatan Ungkap Super Flu Picu Gejala Lebih Berat dan Penyebaran Lebih Cepat
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) hingga 7 Januari 2026.
Adapun peringatan itu dikeluarkan berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok terkait adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan.
“Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, sehingga masyarakat di wilayah pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Isnawa kepada awak media, Minggu, 4 Januari 2025.
Baca Juga: Diguyur Hujan Selama Dua Hari, 7 Kecamatan di Pandeglang Dilanda Banjir
Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni:
- Tanjungan, terutama di sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak.
- Muara Angke, meliputi kawasan permukiman pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta area Pluit Raya dan Pluit Utara.
- Muara Baru, khususnya di kawasan pelabuhan dan industri.
- Marunda, di antaranya sekitar Museum Si Pitung dan RW 07.
- Pasar Ikan (Sunda Kelapa), di sekitar kawasan pelabuhan.
- Tanjung Priok dan Kalibaru, terutama di sekitar Jalan Sulawesi dan Jalan Industri.
- Ancol, khususnya di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan JIS.
Atas dasar itu, Isnawa mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan akibat banjir rob.
"Informasi terkini dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, Aplikasi JAKI, atau menghubungi 112 apabila terjadi kondisi darurat," ujarnya. (cr-4)