BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi berpartisipasi aktif dalam pengendalian dan penanganan sampah melalui kesiapsiagaan sistem persampahan secara intensif dan terpadu saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala DLH Bekasi menyampaikan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan salah satu momen dengan peningkatan aktivitas masyarakat yang cukup signifikan, sehingga berpotensi menimbulkan lonjakan timbulan sampah. Peningkatan tersebut umumnya terjadi di kawasan permukiman, rumah ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, ruang publik, jalur utama kota, serta lokasi-lokasi perayaan dan keramaian.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi lapangan, selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tercatat adanya fluktuasi volume timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kepala UPTD TPA menyampaikan bahwa pada hari tertentu volume sampah yang masuk ke TPA tercatat hanya sekitar 800 ton sampai dengan 1200 ton per hari, angka tersebut dinilai relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata timbulan sampah harian pada periode sebelumnya.
Pengendalian sampah selama perayaan Hari Raya Natal pada 25 Desember 2025 berhasil dilaksanakan secara optimal, dengan total timbulan sampah yang tertangani mencapai 25 ton. Timbulan sampah tersebut berasal dari berbagai titik lokasi rumah ibadah gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi, seiring dengan meningkatnya aktivitas peribadatan dan mobilitas jemaat. Seluruh sampah yang dihasilkan dapat ditangani dengan baik melalui kesiapsiagaan petugas kebersihan, pengaturan ritase armada pengangkut, serta koordinasi lintas UPTD yang dilakukan secara terpadu sejak sebelum hingga pasca pelaksanaan perayaan.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Lantik 3.442 PPPK Paruh Waktu, Tri Adhianto Tekankan Disiplin dan Pelayanan Publik
Sementara itu, pada puncak perayaan Tahun Baru 1 Januari 2026, volume timbulan sampah yang dihasilkan dari berbagai titik lokasi keramaian, ruang publik, dan kawasan pusat aktivitas masyarakat di seluruh Kota Bekasi tercatat sebesar 30 ton. Peningkatan timbulan sampah pada momentum pergantian tahun tersebut tetap dapat dikendalikan berkat optimalisasi sistem pengangkutan, penempatan armada di titik-titik strategis, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi lapangan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya penumpukan sampah.
Capaian ini mencerminkan efektivitas upaya pengendalian sampah yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup, sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pada momentum hari besar keagamaan dan perayaan akhir tahun.
Jika dilihat secara kumulatif dari seluruh UPTD di Kota Bekasi, kondisi ini menunjukkan tren positif pengurangan timbulan sampah. Hal tersebut menjadi indikator bahwa upaya edukasi kepada masyarakat, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, serta penerapan regulasi yang konsisten telah mulai memberikan hasil nyata di lapangan.
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga keberlanjutan pengendalian sampah, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan periode peningkatan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Sumatra Rp459 Juta
Menindaklanjuti kondisi tersebut, walaupun adanya fluktuasi volume timbulan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) DLH Kota Bekasi tetap menyiapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini dengan menyiagakan personel kebersihan, armada pengangkut sampah, serta sarana dan prasarana pendukung guna memastikan pelayanan persampahan tetap berjalan optimal selama periode Natal dan Tahun Baru.
