JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro selaku pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) menyebut, saat ini penjualan tiket Teater Bintang Planetarium Jakarta dilakukan melalui dua skema resmi, yakni pembelian daring (online) melalui platform Loket.com dan pembelian langsung (on the spot) di lokasi.
Head of Strategic Business Unit (SBU) Taman Ismail Marzuki Jakpro, Anya A. Christiana menyampaikan, skema tersebut diterapkan sesuai arahan Gubernur Jakarta Pramono Anung guna memberikan akses yang lebih adil kepada masyarakat.
"Kuota penjualan dibagi secara proporsional, masing-masing 50 persen untuk pembelian online dan 50 persen untuk pembelian on the spot pada setiap jadwal pertunjukan," ujar Anya kepada awak media pada Kamis, 1 Januari 2025.
Anya menjelaskan bahwa seluruh mekanisme ticketing telah diatur ketat berdasarkan kuota ketersediaan setiap pertunjukan. Dengan sistem tersebut, tidak dimungkinkan adanya penambahan penonton di luar jumlah tiket yang tersedia.
Baca Juga: Awal Tahun 2026, Kecelakaan Sedan dan Transjakarta Terjadi di Bundaran HI
“Sistem distribusi tiket Teater Bintang Planetarium telah kami atur secara ketat berbasis kuota. Tidak ada penambahan kapasitas di luar tiket yang tersedia, sehingga pengunjung yang memiliki tiket dapat menyaksikan pertunjukan dengan aman dan nyaman,” ucap Anya.
Lebih lanjut, Anya menegaskan Loket.com merupakan satu-satunya platform resmi untuk pembelian tiket secara daring.
Sementara itu, pembelian langsung hanya dapat dilakukan melalui loket resmi yang berada di area drop off Gedung Trisno Soemardjo, Taman Ismail Marzuki.
“Sistem ini kami bangun untuk mencegah praktik calo, penipuan, maupun dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab. Jakpro tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, perorangan, atau kanal tidak resmi dalam pendistribusian tiket,” kata Anya.
Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Sampah Perayaan Tahun Baru di Jakarta Berkurang
Lantas, Anya mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui kanal resmi yang telah ditentukan oleh pengelola.
“Kami mengimbau masyarakat untuk hanya membeli tiket melalui kanal resmi. Setiap pelanggaran terhadap sistem yang berlaku akan kami tindak sesuai ketentuan,” ungkap Anya.
Anya menyebut, saat ini Planetarium Jakarta hadir dengan konsep baru berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang memungkinkan interaksi edukatif dengan pengunjung.
"Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya revitalisasi TIM sebagai ekosistem seni, budaya, dan pengetahuan yang modern serta terbuka bagi publik," ujarnya.
Ke depan, Anya pun memastikan upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus dilakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan agar Planetarium Jakarta dapat menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Anya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku telah bertemu langsung dengan pengurus Planetarium Jakarta dan melakukan peninjauan ke lokasi.
Baca Juga: Belum Subuh, Pasukan Oranye Bersihkan Jakarta usai Perayaan Tahun Baru 2026
Dari hasil pertemuan itu, diketahui bahwa seluruh jadwal kunjungan hingga akhir Desember telah terisi penuh sejak dibukanya kembali wahana edukasi astronomi tersebut.
"Jadi kemarin saya sudah ketemu dengan pengurus Planetarium. Kebetulan kemarin saya ke Planetarium dan memang keluhannya baru dibuka itu sampai dengan tanggal 31 (Desember) sudah full booked," ucap Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 29 Desember 2025 lalu.
"Padahal banyak sekali warga yang kemudian ingin menggunakan untuk liburan," sambungnya.
Atas dasar itu, Pramono meminta pihak pengelola untuk mengubah skema penjualan tiket Planetarium Jakarta. Ia menyebut pembagian kuota tiket, yakni 50 persen dijual secara online dan 50 persen lainnya dijual langsung melalui loket di lokasi.
"Saya sudah memutuskan, yang 50 persen itu melalui online, 50 persen secara langsung ticketing di lokasi. Karena kasihan banyak yang sudah datang dari mana-mana, terutama dari daerah," ujar Pramono.
Bahkan, Pramono mengatakan, tingginya minat masyarakat tidak hanya datang dari warga Jakarta, tetapi juga dari daerah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.
"Yang mengejutkan itu dari Depok, Bekasi, Tangerang, kemarin banyak sekali yang hadir. Mereka minta untuk ticketing-nya tidak semuanya melalui online. Jadi kemarin saya sudah putuskan 50 persen secara langsung, 50 persen dengan online," kata Pramono.
Terkait kekhawatiran adanya praktik percaloan dalam penjualan tiket langsung, Pramono dengan tegas membantah hal tersebut. Ia memastikan tidak akan mentoleransi adanya calo dalam penjualan tiket Planetarium.
"Enggak ada, enggak ada calo. Enggak mungkin ada calo," ungkap Pramono.
Bahkan, Pramono menegaskan akan meminta pertanggungjawaban langsung dari Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin selaku pengelola apabila ditemukan praktik percaloan di lapangan.
"Kalau ada calo, yang saya minta tanggung jawab Dirut Jakpro. Saya sudah pesan wanti-wanti enggak boleh ada calo," ujarnya.
Sebagai informasi, Planetarium Jakarta memiliki 228 kursi. Namun, hanya 200 kursi yang difungsikan untuk pengunjung. Dengan empat kali pertunjukan per hari, Planetarium Jakarta mampu menampung sekitar 800 penonton setiap harinya. (cr-4)