Rumah DJ Donny di Jakarta yang menjadi lokasi pelemparan bom molotov, Rabu dini hari 31 Desember 2025. (Sumber: Instagram/@dj_donny)

HIBURAN

DJ Donny Asal Daerah Mana? Musisi Viral Ini Diteror Bangkai Ayam hingga Rumahnya Dilempar Bom Molotov

Kamis 01 Jan 2026, 17:06 WIB

POSKOTA.CO.ID - Nama DJ Donny mendadak menjadi perbincangan luas publik setelah musisi sekaligus influencer tersebut mengaku mengalami teror serius yang mengancam keselamatan dirinya dan keluarga.

Dalam kurun waktu kurang dari sepekan, DJ Donny menerima dua aksi intimidasi beruntun, mulai dari paket berisi bangkai ayam berdarah hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan rasa takut secara personal, tetapi juga memicu kekhawatiran lebih luas terkait kebebasan berpendapat di ruang digital Indonesia.

Teror pertama terjadi ketika istri DJ Donny menemukan sebuah paket misterius di depan rumah sepulang makan malam. Paket tersebut tidak mencantumkan identitas pengirim maupun alamat tujuan. Ketika dibuka, isi paket membuat keluarga Donny terpukul secara emosional.

Di dalam wadah plastik bening itu terdapat bangkai ayam yang masih berlumur darah, disertai secarik kertas ancaman bernada intimidatif.

Baca Juga: Mercedes-Benz C-Class Listrik Tertangkap Uji Jalan, Pakai Platform Baru

Tulisan dalam kertas tersebut berbunyi, “Jaga mulutmu terutama di media sosial. Jangan pecah belah bangsa atau kamu akan jadi seperti ayam ini.” Ancaman itu semakin mengerikan karena disertai foto DJ Donny dengan tanda silang merah di bagian leher, simbol yang secara visual menyerupai ancaman pemenggalan.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah menunjukkan pelaku diduga melempar paket tersebut dengan cepat sebelum melarikan diri. Aksi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, seolah ingin memastikan pesan teror tersampaikan tanpa jejak langsung.

Meski demikian, DJ Donny mengaku sempat mengabaikan ancaman awal tersebut. Ia hanya membagikan kejadian itu melalui akun Instagram pribadinya, @dj_donny, serta meningkatkan sistem keamanan rumahnya sebagai langkah antisipasi.

Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Berselang satu hari lebih, teror kedua terjadi dengan eskalasi yang jauh lebih berbahaya. Pada Rabu dini hari, 31 Desember 2025 sekitar pukul 03.00 WIB, dua pria terekam mondar-mandir di depan rumah DJ Donny. Salah satu di antaranya terlihat melempar bom molotov ke arah rumah sebelum akhirnya melarikan diri.

Beruntung, hujan yang turun pada saat kejadian membuat api dari bom molotov tersebut langsung padam. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materi, namun kejadian itu meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga DJ Donny. Rasa aman di ruang privat mereka seketika runtuh.

Menghadapi ancaman berulang yang berpotensi membahayakan nyawa, DJ Donny akhirnya memutuskan menempuh jalur hukum. Ia secara resmi melaporkan kasus teror tersebut ke Polda Metro Jaya. Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/9545/XII/2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Donny berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas pelaku dan motif di balik aksi intimidasi tersebut.

Baca Juga: Rally Dakar 2026: Julian Johan Akhiri Penantian Panjang Indonesia

Menariknya, DJ Donny menyebut bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Ia mengungkapkan adanya lebih dari lima orang lain yang diduga mengalami bentuk intimidasi serupa. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa teror tersebut bukan sekadar konflik personal, melainkan bagian dari pola intimidasi yang lebih sistematis.

Seiring viralnya kasus ini, publik juga mempertanyakan latar belakang DJ Donny. DJ Donny memiliki nama asli Ramond Dony, seorang disk joki dan influencer asal Aceh yang kini berusia 41 tahun. Selain aktif sebagai DJ profesional di sejumlah klub malam ternama di Jakarta, Donny dikenal vokal menyuarakan opini sosial dan kritik kebijakan publik melalui media sosial.

Kontennya kerap menyinggung isu penegakan hukum, penanganan bencana, hingga kebebasan sipil. Dengan basis pengikut yang besar dan tersebar di berbagai platform digital, suara DJ Donny memiliki daya jangkau luas. Banyak pihak menilai, sikap kritis inilah yang diduga memicu kemarahan pihak tertentu hingga berujung pada aksi teror.

Dari sisi aparat, kepolisian membenarkan adanya laporan terkait teror yang dialami DJ Donny. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini tengah dalam tahap pendalaman. Polisi berjanji akan mengusut kasus ini secara profesional untuk mengungkap pelaku serta motif yang mendasarinya.

Kasus teror terhadap DJ Donny menjadi pengingat serius bahwa kebebasan berpendapat masih menghadapi tantangan nyata. Di tengah era digital yang seharusnya membuka ruang dialog, ancaman fisik justru muncul sebagai alat pembungkaman. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum agar rasa aman dan kebebasan berekspresi tetap terjaga.

Tags:
DJ asal Acehkritik pemerintahkebebasan berpendapat influencer diterorbom molotov DJrumah DJ DonnyDJ Donny diterorDJ Donny

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor