Anak SMP: Rp1.500.000
Anak SMA: Rp2.000.000
Lansia dan penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000
Penyaluran PKH dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahap. Tahap awal dilaporkan mulai dicairkan sejak Januari 2026 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang datanya telah tervalidasi.
Di banyak daerah, PKH menjadi penopang utama keluarga agar anak tetap sekolah dan ibu hamil mendapat layanan kesehatan layak.
2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Selain PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga termasuk bansos yang cair Januari 2026. Bantuan ini diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang hanya dapat digunakan untuk membeli bahan pangan pokok melalui e-warung atau agen resmi.
Nominal BPNT ditetapkan sebesar Rp200.000 per bulan untuk setiap KPM. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli beras, telur, minyak goreng, hingga sumber protein lain sesuai ketentuan.
Di tengah fluktuasi harga pangan, BPNT berperan penting menjaga ketahanan pangan keluarga miskin agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Daerah
Sejumlah pemerintah daerah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan sebagai bagian dari bansos awal tahun 2026. Program ini menyasar keluarga miskin, pekerja informal, dan kelompok rentan yang terdampak kondisi ekonomi lokal.
Besaran BLT bervariasi, berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan, tergantung kebijakan dan kemampuan anggaran daerah masing-masing.
Meski nilainya berbeda antarwilayah, BLT daerah kerap menjadi “nafas tambahan” bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan harian paling mendasar.
4. Program Indonesia Pintar (PIP)
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) kembali disalurkan sejak Januari 2026 bagi siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
