Kota Bekasi Dapat Bantuan Pusat untuk Atasi Sampah di TPST Bantargebang, Tri Adhianto: Programnya Pak Prabowo

Minggu 21 Des 2025, 19:57 WIB
Aktivitas warga di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. (Dok. Poskota)

Aktivitas warga di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. (Dok. Poskota)

“Saya optimis dengan adanya truk yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi, tidak dengan cara sewa. Hampir kita punya kekuatan 350 truk, mudah-mudahan nanti ABT kita tambah 50 truk,” ungkapnya.

Dengan kapasitas tersebut, Tri optimis tidak akan muncul tumpukan sampah baru. Namun, tantangan utama saat ini adalah menyelesaikan timbunan sampah lama yang sudah ada di Bantargebang.

“Sehingga dengan kondisi yang ada, tentu tidak akan menimbulkan sampah yang baru. Nah yang jadi pemikiran adalah bagaimana menyelesaikan sampah yang lama,” katanya.

Menurut Tri, penyelesaian sampah lama akan dilakukan secara bertahap, termasuk dengan pemanfaatan alat pengolahan yang sudah dimiliki Pemkot.

“Oleh karena itu tentu nanti akan ada treatment-nya lagi. Apakah nanti secara berkala yang lama pun bisa kami lakukan pembakaran dengan menggunakan alat yang sudah kami miliki nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan, Pemkot Bekasi juga terus berupaya meningkatkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mempelajari teknologi pengolahan limbah dari luar negeri.

“Makanya salah satunya adalah kemarin saya belajar ke Universitas Linyi untuk melihat bagaimana pengelolaan air kotor, air tinja, air lindi mereka,” jelasnya.

Ia membandingkan sistem pengolahan limbah di Bekasi yang masih mengandalkan metode manual dengan teknologi yang sudah diterapkan di luar negeri.

“Kalau sekarang itu kan kita masih pakai manual, airnya ditaruh di dalam bak kemudian dengan menggunakan sinar matahari. Nah, kalau lagi cuaca kayak gini kan nggak bisa,” paparnya.

Baca Juga: 7.500 Ton Sampah dari DKI Jakarta Dikirim ke TPST Bantargebang Per Hari

Sementara di sana sudah pakai teknologi filterisasi, inventarisasi, dan berbagai macam teknologi yang bukan lagi hanya mengandalkan alam.

Tri berharap, penerapan teknologi tersebut dapat dilakukan secara bertahap di Kota Bekasi guna mewujudkan kota yang benar-benar sehat, tidak hanya secara predikat, tetapi juga secara nyata.


Berita Terkait


News Update