Tidak lama setelah pengeroyokan, kawasan Kalibata kembali memanas.
Sekelompok orang yang diduga rekan korban datang dan melakukan pembakaran terhadap tenda PKL serta beberapa sepeda motor di sekitar lokasi. Video aksi tersebut viral di media sosial.
Kapolsek Pancoran menduga tindakan anarkis itu merupakan bentuk balas dendam atas tewasnya salah satu matel.
“Ada enam titik api. Kebanyakan warung sudah tutup, tetapi pemilik masih berada di sekitar,” kata Mansur.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa sekitar 80–100 orang tiba-tiba datang dan merusak fasilitas PKL di kawasan tersebut.
Baca Juga: Pria Diduga ODGJ di Bekasi Nyaris Dihakimi Warga setelah Coba Mencuri Mobil
Brimob Dikerahkan, Situasi Diredakan
Untuk mencegah eskalasi yang lebih besar, aparat menurunkan pasukan Brimob ke lokasi pada Kamis malam.
Petugas melakukan penyisiran dan pengamanan di sepanjang area kerusuhan untuk menghindari aksi balasan lanjutan.
“Kami lakukan penyisiran, mengimbau warga tidak main hakim sendiri,” kata Kombes Nicolas.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki dua peristiwa tersebut baik pengeroyokan yang menewaskan seorang matel maupun aksi perusakan dan pembakaran yang menyusul setelahnya.
Kolaborasi antara Polres Jaksel, Polda Metro Jaya, dan unit Polsek terus dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku.
