POSKOTA.CO.ID - Ketika status lolos administrasi muncul di akun SIMPATIKA, banyak guru langsung merasa lega. Namun euforia ini sering membuat guru lengah dan melewatkan tahapan penting yang justru paling penting, yaitu konfirmasi kesediaan mengikuti PPG Daljab.
Setiap tahun, banyak peserta gagal melanjutkan ke tahap berikutnya bukan karena tidak memenuhi syarat, tetapi karena melakukan kesalahan sederhana yang sebenarnya dapat dicegah.
Salah satu instansi yang sudah mengumumkan hasilnya untuk Pendidikan Profesi Guru (PPG), ialah Kementerian Agama (Kemenag).
Artikel ini membahas secara lengkap berbagai kesalahan yang paling sering terjadi agar tidak terulang kembali di batch berikutnya.
Baca Juga: Hasil Seleksi Administrasi PPG Daljab Batch 4 2025 Sudah Keluar? Begini Cara Cek di EMIS GTK
Kesalahan Guru setelah Dinyatakan Lolos Seleksi Administrasi
Adapun beberapa kesalahan guru yang sering terjadi, antara lain:
Telat Melakukan Konfirmasi Kesediaan
Keterlambatan konfirmasi adalah penyebab utama guru kehilangan kuota PPG Daljab Kemenag. Penyebab umum keterlambatan meliputi:
- Mengira waktu konfirmasi masih panjang
- Sedang mengajar dan lupa membuka SIMPATIKA
- Tidak mengecek akun selama beberapa jam
- Baru tahu pengumuman setelah waktu berakhir
Padahal batas waktu konfirmasi bisa sangat singkat, hanya 2–3 hari atau bahkan 24 jam pada gelombang tertentu.
Baca Juga: Peserta PPG Wajib Tahu, Ini Cara Instal Aplikasi dan Cek Spesifikasi Laptop untuk UKPPG
Melewati batas waktu berarti sistem otomatis menyatakan guru tidak bersedia, dan kuota dialihkan kepada peserta cadangan.
Mengandalkan Info Grup dan Mengabaikan Pengumuman Resmi
Banyak guru lebih percaya informasi dari grup WhatsApp ketimbang membuka akun pribadi SIMPATIKA. Kesalahan ini dapat berakibat fatal karena:
- Jadwal konfirmasi setiap guru berbeda-beda
- Notifikasi konfirmasi hanya muncul di akun masing-masing
- Grup tidak bisa memastikan validitas pengumuman
Karena itu, mengecek akun pribadi adalah kewajiban, bukan menunggu instruksi dari grup.
Baca Juga: Pengumuman PPG Daljab Kemenag Batch IV Tahun 2025, Cek Ulang 5 Berkas Penting Ini
Salah Klik Tombol Kesediaan
Kesalahan klik seperti memilih opsi “Tidak Bersedia Mengikuti PPG” kerap terjadi karena tergesa-gesa. Dalam sistem SIMPATIKA semua keputusan bersifat final dan tidak bisa dibatalkan.
Selain itu administrator di tingkat kabupaten atau kota juga tidak bisa mengubah status, akibat kesalahan tersebut.
Artinya, satu klik yang salah bisa menghilangkan kesempatan guru untuk menjadi peserta PPG Daljab Kemenag di tahun ini.
Salah Mengunggah Surat Pernyataan Kesediaan
Setelah menyatakan bersedia, guru wajib mengunggah surat pernyataan kesediaan sesuai format. Namun kesalahan berikut sering muncul seperti mengunggah file bukan PDF, tidak ada tanda tangan serta tidak dicap sekolah.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Antusias Sambut MBG dari SPPG Polres Serang
Tak hanya itu, foto dokumen yang buram, nama file tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan serta mengunggah ke kolom yang salah, bisa menjadi penyebab guru dinyatakan tidak lolos.
Dokumen tidak valid dapat membuat status berubah menjadi ditolak.
Menggunakan Perangkat Tidak Stabil
Sebagian guru mengisi form menggunakan HP dengan kondisi kurang memadai seperti:
- Sinyal buruk
- Browser tidak kompatibel
- Cache penuh
- Baterai hampir habis
Baca Juga: Pengumuman PPG Daljab Kemenag Batch IV Tahun 2025, Cek Ulang 5 Berkas Penting Ini
Akibatnya, data tidak tersimpan, dokumen gagal terunggah, dan konfirmasi tidak tercatat meski guru merasa sudah mengisi.
Tidak Mengecek Ulang Data Profil sebelum Menyatakan Bersedia
Sebelum klik konfirmasi, pastikan semua data berikut sudah benar, agar memudahkan proses selanjutnya seperti:
- Nama lengkap
- NUPTK
- NRG (jika ada)
- Mapel sertifikasi
- Riwayat pendidikan
- Status kepegawaian
- Satminkal / satuan kerja induk
Kesalahan kecil seperti digit NUPTK salah atau mapel tidak linear dapat menyulitkan proses selanjutnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Sebut Penyebab 50 Siswa Keracunan MBG karena SPPG belum Kantongi Sertifikat Higienis
Tidak Menyimpan atau Mengunduh Bukti Konfirmasi
Bukti konfirmasi sangat penting sebagai dokumen legal untuk keperluan:
- Validasi jika terjadi error sistem
- Pembuktian jika nama tidak muncul sebagai peserta
- Pengecekan ulang oleh operator Kemenag
- Sinkronisasi data SIMPATIKA
Namun banyak guru langsung menutup browser tanpa menyimpan bukti.
Terlalu Bergantung pada Sekolah atau Operator
Sebagian guru menunggu arahan, sehingga terlambat mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti:
- Operator sekolah
- Kepala madrasah
- Kantor Kemenag
Padahal konfirmasi hanya dapat dilakukan oleh guru sendiri. Operator maupun kepala madrasah tidak memiliki aksesuntuk melakukan konfirmasi atas nama Anda.
Tidak Menyiapkan Dokumen Sejak Awal
Banyak guru baru menyiapkan dokumen menjelang penutupan. Akibatnya:
- File terlalu besar
- Jaringan lemot
- Scanner bermasalah
- Stempel tidak tersedia
- File gagal terunggah
Keterlambatan sekecil apa pun bisa membuat guru kehilangan kuota PPG Daljab Kemenag.
Menganggap Tahap Konfirmasi Hanya Formalitas
Inilah kesalahpahaman terbesar. Tahap konfirmasi adalah penentu kelulusan setelah administrasi. Kesalahan pada tahap ini berakibat:
- Dianggap mengundurkan diri
- Kehilangan hak PPG tahun berjalan
- Digantikan peserta cadangan
Jika tahap ini gagal, kesempatan sertifikasi tertunda minimal satu tahun.
Proses setelah dinyatakan lulus administrasi PPG Daljab Kemenag bukanlah akhir, tetapi awal dari tahapan penting yang menentukan kelanjutan Anda dalam program.
Pastikan setiap langkah dilakukan dengan cermat, cepat, dan tepat agar tidak kehilangan hak mengikuti sertifikasi guru di tahun berjalan.