“Pasar karbon bukan sekadar transaksi ekonomi. Ini adalah cara kita membangun kepercayaan dunia dan menunjukkan integritas dalam aksi iklim,” tambah Hanif.
Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Soal Efisiensi Anggaran: Enggak Terlalu Pengaruh
Kehadiran Paviliun Indonesia di COP30 menjadi langkah penting dalam memperkuat diplomasi hijau Indonesia di tingkat internasional.
Selain mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam transisi energi global, paviliun ini juga membuka peluang investasi hijau serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor berkelanjutan.
Menurut Hanif, langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Yakni menempatkan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama menuju masa depan bumi yang lebih bersih, hijau, dan berdaya saing.
