GAMBIR, POSKOTA.CO.ID - Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) DKI Jakarta menemui Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 9 September 2025.
Ketua PW IKA PMII DKI Jakarta, Syarifudin Salwani menyampaikan, pertemuan tersebut membahas tentang situasi seusai gelombang demo beberapa waktu lalu.
“Kami dari IKA PMII DKI Jakarta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga Jakarta agar tetap aman, damai, dan kondusif," lata Syarifuddin kepada awak media, Selasa, 9 September 2025.
Menurutnya, Jakarta bukan hanya milik warganya, tetapi juga wajah Indonesia di mata dunia.
Baca Juga: Pramono Klaim TransJabodetabek Mampu Urai Kemacetan di Jakarta, Kecuali TB Simatupang
"Kehadiran kami adalah bagian dari ikhtiar kolektif menjaga persatuan bangsa, karena kami yakin menjaga Jakarta sama artinya dengan menjaga Indonesia,” ujar dia.
Ia menilai, dinamika masyarakat di Jakarta sangat kompleks, sehingga ,e,ersinergi nyata antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, komunitas pemuda, akademisi, dan tokoh agama untuk mencegah potensi konflik dan merawat kerukunan.
Selain itu, dikatakan dia, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya penguatan literasi digital. Syarifuddin menyebut, arus informasi yang begitu deras di era digital kerap memunculkan hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi politik yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Oleh karena itu, IKA PMII Jakarta menegaskan komitmennya untuk mengedepankan literasi digital sehat sebagai upaya mencegah disinformasi.
“Anak muda Jakarta adalah pengguna internet terbesar. Kalau ruang digital tidak kita kelola, maka mereka akan mudah terpapar berita palsu dan narasi kebencian. IKA PMII siap turun tangan memberikan edukasi literasi digital yang sehat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan peran IKA PMII dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Jakarta yang multikultural.
Baginya, moderasi beragama menjadi kunci utama menjaga keberagaman agar tetap harmonis dan produktif.
“Jakarta adalah miniatur Indonesia. Di sini ada semua suku, agama, dan budaya. Kalau kita bisa menjaga toleransi di Jakarta, maka kita bisa menjaga Indonesia. Itulah misi IKA PMII dalam setiap langkahnya,” ungkap dia.
Baca Juga: Halte Jaga Jakarta Diresmikan, Gubernur Pramono Tekankan Simbol Kebersamaan Warga Ibu Kota
Sementara itu, Pramono menyambut baik langkah IKA PMII dan menilai bahwa organisasi alumni ini memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi publik, khususnya kepada generasi muda.
Dalam pandangannya, generasi muda Jakarta harus diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang berorientasi pada pembangunan, bukan sebaliknya menjadi korban provokasi.
“Jakarta adalah barometer Indonesia. Kalau Jakarta aman dan kondusif, maka Indonesia juga akan stabil," ujarnya.
"Kami berterima kasih kepada IKA PMII yang siap bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga harmoni sosial dan mendukung agenda pembangunan,” katanya.
Baca Juga: Jakarta Bersalawat di Monas, Gubernur Pramono: Penguatan Spiritual Warga Jadi Kunci Harmoni Kota
Sebagai informasi, PW IKA PMII Jakarta berencana melanjutkan kerja sama dengan Pemprov DKI melalui program-program sosial, edukatif, hingga kebudayaan yang bertujuan memperkuat kohesi sosial.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap Jakarta sebagai ibu kota negara. (CR-4)