POSKOTA.CO.ID - Fotografer Humas DPRD Makassar, Muh. Akbar Basri alias Abay menjadi salah satu korban tewas tragis ketika gedung DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, dilalap api akibat kerusuhan massa.
Kisahnya kini menjadi viral di media sosial, bukan hanya karena tragedi kebakaran, tetapi juga pesan terakhir yang ditinggalkannya sebelum meninggal.
Kerusuhan bermula dari aksi solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis (Rantis) Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya.
Dari aksi damai, massa berubah menjadi anarkis hingga membakar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah itu.
Baca Juga: Apa Akun IG Amalia Mutya yang Viral di TikTok? Netizen Penasaran dengan Sosoknya
Demo berlangsung intens sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari 30 Agustus 2025.
Di saat yang sama, gedung DPRD tengah digunakan untuk rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025.
Akibat kerusuhan, sejumlah kendaraan dan gedung DPRD terbakar. Di tengah kekacauan tersebut, Abay terjebak di dalam Gedung dan akhir tewas karena kobaran api.
Ponsel milik Abay sendiri ditemukan masih berada di atas tubuhnya.
Lalu, di dalamnya, terdapat pesan terakhir yang dikirimkan sebelum ia meninggal.
Lantas, apa isi chat terakhir Abay sebelum tewas di Gedung DPRD Makassar?
Baca Juga: Lirik Lagu Aku Suka Nonton Sound Horeg - Eva Erlian Sari, Viral di TikTok untuk Konten Velocity
Apa Isi Chat Terakhir Abay?
Dalam sebuah unggahan story yang viral di media sosial, akun bernama @zhadela menjelaskan kronologi dan isi chat terakhir yang ditulis Abay sebelum terjebak dalam kobaran api.
“Ini chat terakhirnya Abay untuk kita semua karena video-video yang dia kirim itu susah sesak nafasmi. Saat ini jenazah Abay masih dalam proses dievakuasi dari gedung,” tulis akun tersebut.
Keterangan ini sekaligus menggambarkan kesulitan tim evakuasi dalam mengevakuasi korban akibat kerusuhan yang masih berlangsung di luar gedung.
Proses evakuasi jenazah Abay tidak berjalan mulus. Setiap tim hendak membawa jenazah keluar, massa yang masih anarkis terus melemparkan bom molotov, sehingga pekerjaan petugas menjadi sangat berisiko.
“Kenapa lama? Karena setiap mau dievakuasi selalu dilemparkan bom molotov dari luar, jadi proses evakuasi jenazah Abay terhambat,” lanjut unggahan tersebut.
Dalam chat yang dikirim pada pukul 21.31 WITA, Abay menuliskan kata-kata singkat di tengah situasi yang mencekam.
“Bissmillah”
“Mohon maaf kalau ada salahku semua”
“Sehat sehatki nah”
Viralnya chat terakhir Abay itu menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat.