POSKOTA.CO.ID - Transportasi umum bukan sekadar sarana berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah urat nadi kehidupan kota modern.
Setiap hari, jutaan warga bergantung pada bus, kereta, dan moda transportasi publik lainnya untuk bekerja, belajar, hingga mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, transportasi umum berperan penting dalam:
- Menekan biaya hidup masyarakat, karena ongkos perjalanan lebih murah dibanding kendaraan pribadi.
- Mengurangi ketergantungan pada bensin, yang semakin mahal dan terbatas.
- Mengurangi emisi karbon, sehingga mendukung terciptanya udara bersih.
- Mengurai kemacetan, masalah kronis yang membebani kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya.
Namun, di balik manfaat besar itu, masih ada persoalan mendasar: akurasi data penumpang. Banyak pengguna transportasi umum yang tidak melakukan tap in/tap out, sehingga menyulitkan penyedia layanan dalam mengukur beban perjalanan. Akibatnya, alokasi armada, subsidi, hingga rute perjalanan seringkali tidak tepat sasaran.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Jangan Pamer Kemewahan
Hadirnya PLIS: Terobosan Menuju Transportasi Efisien
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama PT Transjakarta memperkenalkan Passenger Load Intelligence System (PLIS), sebuah sistem berbasis Artificial Intelligence Computer Vision.
Apa Itu PLIS?
PLIS adalah teknologi yang dirancang untuk:
- Mendeteksi pergerakan penumpang secara real time menggunakan kamera cerdas.
- Menghitung jumlah penumpang yang masuk dan keluar dengan akurasi tinggi.
- Menganalisis data perjalanan guna mengoptimalkan layanan transportasi.
Dengan sistem ini, setiap penumpang yang naik atau turun dapat terpantau tanpa sepenuhnya bergantung pada kartu elektronik. Data yang terkumpul lebih transparan dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis.
Manfaat PLIS bagi Transportasi Umum
Implementasi PLIS membawa sejumlah dampak nyata:
- Optimalisasi Rute Perjalanan
- Data pergerakan penumpang membantu menentukan rute mana yang paling padat dan membutuhkan armada tambahan.
- Rute sepi bisa dievaluasi agar subsidi tidak terbuang percuma.
- Efisiensi Frekuensi Armada
- Bus tidak lagi beroperasi kosong di jam-jam tertentu.
- Armada bisa diprioritaskan pada waktu dan jalur dengan kebutuhan tinggi.
- Subsidi Tepat Sasaran
- Selama ini, subsidi transportasi sering tidak proporsional.
- Dengan data valid, subsidi bisa dialokasikan sesuai kebutuhan masyarakat yang benar-benar menggunakan layanan.
- Meningkatkan Kepuasan Penumpang
- Penumpang merasakan layanan yang lebih cepat, tepat waktu, dan tidak terlalu padat.
- Kepercayaan publik terhadap transportasi umum pun meningkat.
Uji Coba PLIS: Dari Bekasi Menuju Standar Nasional
Uji coba PLIS pertama kali dilakukan pada rute Transjabodetabek Summarecon Bekasi – Cawang (B11).
Kolaborasi ini melibatkan:
- Dishub DKI Jakarta sebagai inisiator kebijakan.
- PT Transjakarta sebagai operator utama transportasi publik.
- Pemerintah Kota Bekasi sebagai mitra daerah.
Jika uji coba sukses, sistem ini akan diimplementasikan secara bertahap di seluruh koridor Transjakarta. Bahkan, tak menutup kemungkinan, PLIS menjadi model standar transportasi umum nasional.
Perspektif Manusia: Mengapa PLIS Penting?
Dari sisi teknologi, PLIS memang mengesankan. Namun mari kita lihat dari sudut pandang manusia:
- Bagi pekerja kantoran, sistem ini berarti mereka bisa berangkat kerja lebih cepat tanpa takut bus penuh mendadak.
- Bagi pelajar, PLIS menjamin bus tetap tersedia di jam-jam sibuk sekolah.
- Bagi orang tua dan lansia, data akurat memungkinkan penyedia layanan menambahkan armada di wilayah pemukiman padat.
Lebih dari sekadar algoritma, PLIS adalah bentuk perhatian nyata bahwa mobilitas adalah hak dasar warga kota.
Tantangan Implementasi PLIS
Meski menjanjikan, penerapan PLIS bukan tanpa hambatan:
- Infrastruktur teknologi – dibutuhkan jaringan internet stabil di seluruh koridor.
- Biaya implementasi – pemasangan perangkat AI dan kamera membutuhkan investasi besar.
- Privasi data – pemantauan penumpang harus memperhatikan aspek keamanan informasi.
- Perubahan kebiasaan masyarakat – kesadaran untuk tetap tap in/tap out harus digalakkan.
Jika tantangan ini dapat diatasi, PLIS bukan hanya sukses di Jakarta, melainkan bisa menjadi teladan kota lain di Indonesia.
Baca Juga: Tagar 'Polisi Pembunuh' Menggema Imbas Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob di Pejompongan
Transportasi Umum sebagai Pilar Mobilitas Berkelanjutan
Kehadiran PLIS harus dilihat dalam konteks yang lebih luas: mobilitas berkelanjutan.
Transportasi masa depan bukan hanya tentang bergerak cepat, melainkan juga ramah lingkungan, inklusif, dan efisien.
- Ramah lingkungan: semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, semakin sedikit emisi karbon yang dihasilkan.
- Inklusif: data yang akurat memastikan layanan bisa menjangkau semua kelompok masyarakat, termasuk difabel dan warga pinggiran.
- Efisien: subsidi dan armada tepat sasaran mengurangi pemborosan anggaran publik.
Inovasi Passenger Load Intelligence System (PLIS) bukan hanya soal teknologi, melainkan transformasi paradigma dalam mengelola transportasi umum. Dengan PLIS, Jakarta mengambil langkah penting menuju kota yang lebih tertib, modern, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat, manfaatnya jelas: perjalanan lebih lancar, waktu lebih hemat, dan kualitas hidup meningkat.
Bagi pemerintah, data akurat berarti kebijakan yang lebih tepat sasaran. Bagi masa depan, PLIS bisa menjadi fondasi ekosistem transportasi publik Indonesia yang cerdas dan manusiawi.