TANAH SAREAL, POSKOTA.CO.ID – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani, memastikan akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) yang berunjuk rasa.
Tuntutan utama unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD, Jalan Pemuda, Kota Bogor, itu adalah penghapusan tunjangan anggota DPR RI yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.
"Kita coba nanti ke pimpinan (disampaikan), karena kita juga, pimpinan juga memerintahkan kepada kita untuk menerima. Kita akan sampaikan ke pimpinan seperti itu," kata Edi, Jumat, 29 Agustus 2025.
Baca Juga: 150 Pelajar di Bogor Diamankan Polisi saat Hendak ke Jakarta Ikut Demo
Edi menegaskan, karena tuntutan mahasiswa ditujukan kepada DPR RI, pihaknya akan membawa aspirasi itu ke pimpinan DPRD dan melaporkannya dalam rapat.
"Karena ini tuntutannya ke DPR RI, kita coba berdiskusi ke para pimpinan dan kita melaporkan, apapun hasil dari demo hari ini," terangnya.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa Unpak menjebol gerbang utama Gedung DPRD Kota Bogor saat aksi tolak tunjangan DPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025.
Sekitar pukul 16.50 WIB, mahasiswa mendorong pagar utama hingga roboh. Aksi dorong antara Satpol PP dan mahasiswa pun tak terhindarkan.
Baca Juga: Demo di Kota Bogor, Mahasiswa Robohkan Pagar Gedung DPRD
Para mahasiswa juga berusaha masuk ke dalam gedung untuk berdialog dengan anggota dewan.
Namun kepolisian meminta hanya 10–15 orang perwakilan yang bisa melakukan audiensi.
"Prinsipnya, DPRD siap berdialog. Karena demokrasi itu intinya dialog. Tapi dalam dialog tidak boleh ada pihak yang saling memaksakan. Kami sebenarnya sudah menawarkan beberapa opsi kepada mahasiswa, ternyata opsi itu ditolak karena para mahasiswa ingin semua (masuk)," ujar Edi. (cr-6)