Meski melakukan rotasi besar-besaran di lini pemain asing, Persib Bandung tetap tampil sebagai kandidat utama. Dengan pelatih Bojan Hodak yang telah membuktikan kemampuannya selama dua musim terakhir, Maung Bandung tetap solid dan kolektif.
Hodak dikenal mampu menciptakan sistem permainan yang tidak bergantung pada satu bintang saja.
Meskipun adaptasi mungkin dibutuhkan di awal musim, kekuatan struktur tim dan mental juara Persib membuat mereka tetap berada di barisan terdepan perburuan trofi.
Baca Juga: Persija Jakarta Buka Musim Super League 2025 Hadapi Persita, Berikut Jadwal Laga Macan Kemayoran
Dewa United
Dewa United terus menunjukkan progres signifikan dari musim ke musim. Setelah finis sebagai runner-up musim lalu, tim asal Tangerang Selatan ini makin solid.
Performa mereka di Piala Presiden memang belum maksimal, tetapi dengan skuad yang stabil dan perekrutan pemain berpengalaman seperti Stefano Lilipaly dan Nick Kuipers, mereka tetap berpotensi jadi penantang kuat.
Stabilitas manajemen, pelatih, dan komposisi pemain menjadi kekuatan utama Dewa United untuk tampil konsisten sepanjang musim.
Persebaya Surabaya

Persebaya datang dengan semangat baru. Posisi keempat musim lalu jadi bekal untuk pembenahan total. Bajul Ijo memperkuat lini depan dengan mendatangkan Mihailo Perovic dan Gali Freitas, yang akan bergabung dengan duet andalan musim lalu, Bruno Moreira dan Francisco Rivera.
Evaluasi cepat, kombinasi pemain lama dan baru, serta dukungan penuh Bonek bisa menjadi faktor pembeda Persebaya musim ini.
Persija Jakarta

Meski tak banyak disebut dalam daftar favorit utama, Persija Jakarta tetap memiliki potensi besar. Skuad yang dihuni nama-nama besar seperti Witan Sulaeman, Gustavo Almeida, dan Rizky Ridho tetap utuh. Ditambah Jordi Amat, eks JDT yang kini memperkuat lini pertahanan Macan Kemayoran.
Jika tim racikan Mauricio Souza mampu tampil konsisten sejak pekan-pekan awal, Persija bisa menjadi ancaman serius di jalur juara.
