Kini, kampung tersebut direvitalisasi dengan pengecatan ulang 347 rumah menggunakan 504 galon cat senilai Rp190 juta, melibatkan 150 personel lapangan.
“Kita mulai dari luar karena bagian dalam sempat terkendala anggaran. Tapi luar biasa, viral lebih dulu sebelum diresmikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, Lembur Katumbiri memiliki daya tarik istimewa yaitu lokasi yang strategis dengan view mata elang, serta mural khas karya seniman Kapten John.
Baca Juga: Ini Pesan Wali Kota Bandung Farhan untuk Bobotoh Rayakan Kemenangan Persib
Kawasan ini juga telah mengembangkan konservasi ikan endemik, urban farming, dan pasar mingguan melalui kolaborasi dengan DKPP.
Nama Lembur Katumbiri diusulkan langsung oleh warga untuk menggantikan nama sebelumnya, dengan harapan lebih mencerminkan identitas lokal dan menghindari stereotipe.
“Katumbiri” dalam bahasa Sunda berarti pelangi, namun dengan rasa kultural yang lebih dalam dan kontekstual.
Acara peresmian ditutup dengan doa bersama dan peninjauan kawasan mural oleh Wali Kota bersama warga dan komunitas.
Baca Juga: Pidato Pertama Farhan Sebagai Wali Kota Bandung, Bawa Semangat Kolaborasi
Warga antusias menyambut kawasan ini sebagai destinasi wisata baru yang sekaligus menjadi sumber kebanggaan dan pemberdayaan.