[Tulisan Lebaran]
POSKOTA.CO.ID - GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi yang sering menimbulkan keluhan, terutama di malam hari.
Dilansir dari channel YouTube RS Pndok Indah, Menurut dr. Femmy Nurul Akbar, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Rumah Sakit Pondok Indah, terdapat berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala GERD dan meningkatkan kualitas hidup.
Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah menjaga jeda waktu antara makan dan tidur. Idealnya, seseorang harus menunggu sekitar 2 hingga 3 jam setelah makan sebelum berbaring.
Namun, jika situasi tidak memungkinkan untuk menunggu selama itu, ada strategi lain yang bisa diterapkan, seperti meninggikan posisi bantal saat tidur agar makanan dapat turun secara alami akibat gravitasi.
Baca Juga: Sering Tertukar, Ternyata Ini Bedanya Heartburn, Refluks Asam, dan GERD yang Harus Diketahui
Selain itu, ketika mengalami keluhan GERD, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketidaknyamanan, seperti mengendurkan ikat pinggang dan mengenakan pakaian yang lebih longgar agar tekanan pada perut berkurang.
Apabila gejala GERD tidak kunjung membaik dengan penanganan mandiri, segera konsultasikan dengan dokter.
Dokter akan menilai tingkat keparahan GERD dan mungkin meresepkan obat yang berfungsi untuk menekan produksi asam lambung.
Namun, perlu diingat bahwa penggunaan obat saja tidak cukup untuk mengatasi GERD secara menyeluruh. Perubahan gaya hidup sangat diperlukan, termasuk menjalani diet lambung.
Baca Juga: Parah! Asam Lambung Naik, Maia Estianty Harus Dilarikan ke Rumah Sakit Karena GERD
