"Banyak pasien yang mengira mereka hanya mengalami sakit maag biasa, padahal itu bisa menjadi tanda awal penyakit jantung koroner," tambah pakar tersebut.
Faktor Risiko PJK
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami PJK antara lain:
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Merokok
- Obesitas, terutama dengan lingkar pinggang lebih dari 90 cm pada pria dan 80 cm pada wanita
- Kolesterol tinggi
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Gaya hidup kurang aktif dan pola makan tidak sehat
"Faktor risiko ini bisa dikendalikan dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan," jelasnya.
Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan
Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting dalam mendeteksi PJK sebelum berkembang menjadi serangan jantung. Beberapa tes yang dapat dilakukan meliputi:
- EKG (Elektrokardiogram) untuk melihat aktivitas listrik jantung
- Tes stres jantung untuk mengevaluasi kinerja jantung saat beraktivitas
- Ekokardiografi untuk menilai struktur dan fungsi jantung
- Pemeriksaan kadar kolesterol dan gula darah untuk mengetahui faktor risiko lainnya
"Lebih baik kita mendeteksi penyakit ini sejak dini daripada harus berhadapan dengan komplikasi serius di kemudian hari," tegasnya.
Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini. Serangan jantung sebagai bentuk komplikasi dari PJK bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, mengenali faktor risiko dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin sangatlah penting.
"Jangan menunggu hingga mengalami serangan jantung untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan jantung. Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan," tutup pakar kardiologi tersebut.
