POSKOTA.CO.ID - Terbongkarnya praktik pungutan liar atau pemerasan terhadap warga negara asing (WNA) China oleh oknum petugas Imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dikatakan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto sebagai momentum bersih-bersih dan berbenah.
Bahkan pasca mencuatnya laporan adanya 44 kasus oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) pun langsung mencopot seluruh pejabat dan oknum terkait di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno Hatta.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menegaskan pihaknya tidak akan main-main kepada siapa pun yang melakukan pungli. Tak hanya itu, Agus pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengungkapkan praktik memalukan di Bandara Soekarno Hatta tersebut.
"Kami berterima kasih dengan informasi dari Kedutaan Besar RRT atas perilaku anggota di lapangan, dan kami akan terus berbenah demi kebaikan institusi imigrasi, termasuk di pemasyarakatan," terang Agus dalam keterangannya kepada wartawan pada Minggu, 2 Februari 2025.
Baca Juga: Imbas Pemerasan WNA China, Semua Pejabat Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta Dicopot!
Agus menegaskan Kementriannya akan senantiasa terbuka dengan kritik atau pun saran yang disampaikan kepada pihaknya. "Kami terbuka atas kritik dan saran yang tentunya bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
"Kalau enggak diinformasikan Kedubes RRT, kami 'kan enggak tahu. Dengan begini, kami bersyukur. Tanpa tunggu lama dapat kami ambil langkah perbaikan, dan ini menjadi peringatan untuk jajaran unit pelayanan agar amanah dan tak ceroboh dalam menjalankan tugasnya," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, adanya dugaan kasus pemerasan atau pungutan liar (pungli) terhadap warga negara asing (WNA) asal China di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Semua pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno Hatta langsung dicopot oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.
Tak hanya dicopot dari jabatannya, Agus memastikan anak buahnya itu akan mendapatkan hukuman atau sanksi sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya mereka. "Betul dicopot semaunya, saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal. Mereka akan kita hukum sesuai kadar pertanggungjawaban," tegas Agus saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, 1 Februari 2025.
Dicopotnya para pejabat terkait di bandara tersebut pasca Kementerian Imigrasi mendapat laporan berupa data-data terkait dugaan tindak pidana langsung dari pemerintah China melalui Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok atau Kedubes China.
"Kami terima kasih atas informasi tersebut. Langsung kami tarik semua yang ada di data dari penugasan di Soetta, kami ganti semuanya," ujar Agus.
