Akibat Longsor, Jalur Rangkasbitung-Cigelung di Lebak Ditutup Sementara

Minggu 05 Mei 2024, 11:00 WIB
Para petugas dari BPJN Banten saat menangani jalan longsor di Lebak. (Dok. BPJN Banten)

Para petugas dari BPJN Banten saat menangani jalan longsor di Lebak. (Dok. BPJN Banten)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Lalu lintas di jalur Rangkasbitung-Cigelung perbatasan Lebak-Bogor di Kabupaten Lebak, ditutup sementara dan tak boleh dilintasi kendaraan besar dan berat, lantaran kondisi jalan nasional tersebut rusak parah setelah dilanda longsor.

Saat ini, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten, tengah melakukan penanganan sementara terhadap jalan yang longsor tersebut, dengan cara pengerukan dan penutupan lokasi longsor.

Diketahui, longsor nya jalan nasional tersebut terjadi pada beberapa hari lalu saat wilayah Lebak dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Akibat curah hujan tinggi dengan durasi cukup lama, membuat beberapa titik di sepanjang ruas jalan nasional itu longsor dan ambles.

Seperti pada titik STA. 31.650 dan STA  32.300 Kilo Meter (KM) di Kecamatan Cipanas, Lebak, Banten.

Kepala Balai BPJN Banten, Wahyu Suprio Winurserto mengungkapkan, curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lebak dan sekitarnya. Hal itu mengakibatkan beberapa titik di sepanjang ruas jalan Rangkasbitung-Cigelung, Lebak longsor dan ambles.

"Pasca jalan longsor itu, saat ini kami tengah melakukan penanganan sementara, supaya tidak membahayakan para pengguna jalan yang melintas di jalur ini," ungkapnya, Minggu, 5 Mei 2024.

Meski demikian, kata Wahyu, arus lalu lintas di jalur ini ditutup sementara bagi kendaraan besar dan berat. Jadi jalan ini hanya boleh dilintasi oleh kendaraan kecil dan roda dua saja.

"Perlu kami informasikan bahwa jalur ini ditutup sementara bagi kendaraan besar dan berat. Saat ini yang boleh melintas di jalur ini hanya mobil kecil dan roda dua saja," katanya.

Menurutnya, jalan nasional di jalur Rangkasbitung-Cigelung tersebut merupakan daerah perbukitan, yang kondisi jalannya penuh dengan liukan dan tanjakan. Sehingga pada saat hujan dengan intensitas tinggi, potensi longsor cukup tinggi di wilayah tersebut.

"Memang jalan di wilayah itu rawan longsor saat turun hujan dengan intensitas tinggi, karena wilayah perbukitan. Untuk itu, bagi pengendara yang melintas di jalur itu untuk tetap waspada dan berhati-hati," ujarnya.

Sementara, Kepala Satker DPUPR Banten, Budi Kristiyadi menambahkan, penanganan jalan longsor ini akan dilakukan secepatnya guna para pengguna jalan tidak terganggu. Namun, lanjut dia, bagi kendaraan besar dan berat tidak diperkenankan untuk melewati jalur ini sementara waktu.

"Sekali lagi kami imbau, agar para pengendara yang melintas di jalur ini tetap berhati-hati," sarannya. (Samsul Fatoni).


 


Berita Terkait


News Update