“Iya itu aturan yang berlaku umum, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk
kepentingan pribadi dan keluarganya, apalagi kepentingan politik seperti kampanye dan lain – lain,” kata Yudi.
“Tetapi pandangan orang akan sama, jabatan tetap melekat, fasilitas sosial
biasanya ikut menyertai,” kata Mas Bro.
“Meski lagi cuti, karena seorang pejabat, saat hadir pada sebuah acara pasti
dikasih kursi paling depan. Saat acara akan disebut, tak jarang diminta memberi
sambutan. Ini yang berlaku umum juga.”
“Jadi soal memanfaatkan fasilitas jabatan, akan tergantung kejujuran diri pribadi
yang bersangkutan ya?” kata Heri.
“Ya, untuk menghapus keraguan pandangan orang, mending mundur. Lebih
nyaman dan netral,” kata Mas Bro.
“Itu hak pribadi, kami hargai. Eh.. tapi ini bicara soal diri kamu, bukan pejabat
yang lain - lain,” kata Heri. (joko lestari)
