"Itulah yang jadi kelebihan PDIP, belajar dari kerasnya kehidupan proses pertarungan, bukan ketimbang orang yang belajar dari kelas ke kelas lalu mendapat sertifikat," katanya.
Adian lalu mengungkit partai mana yang pernah diserbu oleh banyak massa. Di mana ada 124 orang kemudian dipenjara, dan beberapa orang lainnya meninggal dunia.
Dengan penegasan itu, Adian mau memastikan bahwa PDIP bukanlah partai sombong. Sebab PDIP diklaim dibangun tidak dengan kata-kata, tapi dengan darah, keringat, dan air mata.
"Kalau ada yang sebut wah PDIP sombong, ingat kita mengerti mana yang sombong dan tidak. Mungkin kita akan bicara bangga soal kemenangan, tapi kan itu bukan sombong, bukan kesewenangan. Sebab tak ada darah, orang yang diculik, orang yang kita bunuh dalam proses perjalanan kita," kata Adian.
