Ade Armando Tak Terima Lina Mukherjee Dipenjara: Apakah Makan Babi Itu Haram?

Jumat 05 Mei 2023, 10:00 WIB
Ade Armando bela Lina Mukherjee yang makan babi kriuk. Foto: Kolase/Ist.

Ade Armando bela Lina Mukherjee yang makan babi kriuk. Foto: Kolase/Ist.

Pertama soal pelarangan makan babi itu sendiri. Dia tahu bahwa mayoritas umat Islam di dunia percaya kalau babi itu haram dimakan. Memang ada perdebatan tentang apakah yang dilarang hanya daging babi, atau juga seluruh bagian tubuh babi.

Tapi terlepas dari itu, Ade memahami mayoritas umat Islam percaya babi itu haram. 

"Namun setelah mengatakan itu, kita juga harus tahu bahwa tidak semua umat Islam percaya bahwa babi di masa ini haram dimakan. Salah satu interpretasi bilang bahwa yang diharamkan adalah binatang bernama khinzir. Kata itulah kata khinzir yang digunakan dalam Alquran."

"Khinzir beda dengan babi ternak yang dijadikan makanan saat ini. Khinzir adalah hewan liar yang hidup di gurun Arab, di masa Nabi Muhammad hidup dulu," katanya.

Menyamakan khinzir dengan babi ternak kata Ade, adalah hasil interpretasi yang bisa diperdebatkan. Karena itu, kalau khinzir diharamkan, artinya tidak otomatis berarti babi ternak pun diharamkan.

"Tolong dicatat, saya tidak sedang mempromosikan makan babi ya. Saya
tidak makan babi. Tapi ingin saya tekankan, melarang makan babi di saat ini adalah hasil interpretasi juga, dan kalau ada muslim yang percaya babi ternak itu halal, itu adalah hak sepenuhnya dia," katanya.

Ade lalu menyebut bahwa babi itu tidak tunggal, ada banyak jenis babi di luar babi ternak. Misalnya ada babi kerdil, babi rusa, babi hutan raksasa, ada babi semak Afrika, dan lain-lain.

Masing-masing jenis babi ini memiliki pola hidup kesukaan makanan, tingkat kebersihan yang berbeda-beda. Soal apakah semua babi itu perlu disamakan, itu pun tergantung pada interpretasi. 

Kedua perihal apakah melakukan sesuatu yang diharamkan agama adalah penistaan terhadap agama. Menurut dia jelas tidak banyak muslim melakukan hal yang masuk dalam kategori haram tapi tidak dianggap melakukan penistaan agama.

Misalnya saja soal shalat. Seperti diketahui, banyak muslim yang tidak menjalankan kewajiban itu. "Kalau salat itu wajib, ya berarti tidak salat haram. Dengan kata lain tidak salat itu sejajar dengan makan babi," katanya.

Dia lalu mempertanyakan mengapa umat Islam tidak ribut ketika ada banyak muslim tidak shalat, sementara marah besar ketika ada muslim yang dengan terang-terangan makan babi.

Sementara ketika ada muslim makan babi, tindakan itu dinilai tidak ada dampaknya pada orang lain. Sebaliknya, itu malah dianggap mungkin justru akan menumbuhkan industri makanan dan membuka lapangan pekerjaan.


Berita Terkait


News Update