JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Lampu penerangan jalan di kawasan Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara, Tamansari, Jakarta Barat, kerap mati. Hal tersebut membuat kawasan rawan akan aksi kejahatan.
Terkait hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Dedy Tarmidzi mengatakan pihaknya telah bersurat terkait masalah lampu penerangan jalan yang kerap mati itu.
"Secara umum saya sudah bersurat. Jadi disitu sudah beberapa kali mati saya surati sempet hidup terus mati lagi," ujarnya saat dihubungi, Selasa (4/4/2023).
Menurut Dedy, lampu penerangan jalan yang kerap mati di lokasi tersebut masih dalam pemeliharaan pengembang yang melakukan revitaliasi.
Terkait hal tersebut Dedy telah mengundang pihak yang bersangkutan untuk dibahas supaya menjadi perhatian. Pasalnya lampu yang kerap mati berada di kawasan wisata Kota Tua.
"Saya sudah mengundang rapat juga untuk menjadi perhatian. Itu kemarin kita sudah bersurat, merapatkan. Disitu memang masih dalam tanggung jawab pengembang. Tapi yang pasti sudah saya teruskan," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Lampu penerangan jalan kawasan wisata Kota Tua, tepatnya di Jalan Pintu Besar Utara, Tamansari, Jakarta Barat mati. Turis asing pun menjadi korban pembegalan.
Salah satu pemilik hostel di Kota Tua, Andoko Gunawan mengatakan Turis asing yang menginap di penginapan tersebut awalnya hendak berjalan kaki pada malam hari di sekitaran Kota Tua.
"Tiba-tiba didatengin 2 orang, itu kan posisi gelap ya, nah terus ditodong gitu. Nah turis ini langsung menyerahkan Hp nya," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/3/2023).
Beruntung si Turis hanya mengalami kerugian materi, tidak sampai luka. Usai kejadian penodongan sang turis kemudian langsung kembali ke penginapan.
"Itu kejadiannya awal Maret kemarin. Itu pengunjung saya, turis. Jadi dia lagi jalan tiba-tiba ditodong," paparnya.
Andoko mengatakan, kondisi lampu penerangan
"Sudah sebulan ini mati-matian (lampu), di sini kalau malam hari itu suasananya gelap sehingga sangat berbahaya karena kita tahu Kota Tua ini agak rawan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/3/2023) malam.
Ia yang sudah mulai resah lalu melaporkan kejadian itu ke Pemprov DKI Jakarta melalui aplikasi JAKI. Beberapa kali laporan dilayangkan, namun belum ada hasil yang maksimal dari pihak terkait.
"Saya sih udah (lapor) sekitar 4 sampai 5 kali. Jadi kalau saya lapor hari ini, besok nyala, mati lagi, lusanya lapor lagi, besok nyala lagi, mati lagi. Berulang gitu terus," keluhnya.
Ke depannya, Ia berharap, lampu penerangan di sepanjang Jalan Pintu Besar Utara lainnya dapat diperbaiki dengan maksimal. Sehingga wisatawan yang datang ke Kota Tua menjadi nyaman. (Pandi)
