BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Ratusan peserta perwakilan sekolah perguruan At-Taqwa Bekasi mengikuti workshop kurikulum merdeka di Yayasan Attaqwa, Ujung Harapan, Babelan Bekasi, pada Kamis (2/3/2023).
Kepala bidang kendali kurikulum perguruan At-Taqwa, Ahmad Ghozzi mengatakan, penerapan kurikulum merdeka dapat dimaksimalkan oleh para guru disetiap sekolah perguruannya.
"Kalau dihitung persoalan dasarnya kami sekolah sekolah kekurangan waktu tentang materi materi ajar yang diwajibkan, misal punya waktu materi wajib setiap level materi At-Taqwa," kata Ahmad Ghozzi Kepada Poskota, Kamis (2/3/2023).
Workshop yang dilakukan selama dua hari, pada 1 hingga 2 Maret 2023 itu dijadikan momentum untuk lebih memperkenalkan materi Kurikulum Merdeka.
Hingga adanya kegiatan itu, pihak sekolah dapat menemukan modul belajar mengajar sesuai kebutuhan disekolah nya yang lebih leluasa.
Kata Ahmad, nantinya para guru tak kembali mengeluhkan adanya keterbatasan waktu tentang materi pelajaran.
"Diperguruan At-Taqwa sendiri, ada materi ajar wajib, sementara dari pemerintah mewajibkan juga, kalau dibilang waktu belajar mereka dari jam 7 hingga 3 sore saja mereka tidak cukup untuk mengcover dengan materi yang mereka ajarkan," ungkapnya.
Program kurikulum di Indonesia yang kerap berubah ubah, dikatakan Ahmad hal ini buat para pengajar kembali membutuhkan waktu untuk menyesuaikan mengajar kepada para siswa.
"Sehingga sekolah akan kesulitan menemukan, dan SDM sudah stuck, Kurikulum 2013 dan merdeka, PTSP dan berubah dan itu butuh penyesuaian yang tidak mudah, karena SDM itu kan," tutup Ahmad Ghozzi. (Ihsan Fahmi).
