JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur Sragen sejak Rabu (1/3/2003) siang, mengakibatkan Sungai Bengawan Solo meluap dan mengepung 16 desa di 8 kecamatan.
Untuk membantu 3.690 KK dengan 11.185 jiwa yang terdampak, Ketua pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Agus Cahyono mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah Pos Siaga Luapan DAS Bengawan Solo.
Pos siaga itu ada di Newung - Pandak - Sribit Kecamatan Sidoharjo dengan kesiapan berupa dua LCR BPBD, ambulans SAR PSHT dengan status banjir landai.
Selanjutnya Pos di Gabusan, Tangkil, Kec. Sragen dengan armada SAR Himalawu 2 LCR, armada SAR BMI dengan status wilayah banjir meningkat.
Pos ketiga ada di Masjid Tenggak Kecamatan Sidoharjo dengan armada ambulan LPBI NU dengan status banjir saat ini berangsur surut.
Pos Siaga di Klandungan, Kecamatan Ngrampal juga ada dengan ARH Rescue dengan status kondisi banjir saat ini mengalami peningkatan.
Pos Siaga terakhir di Desa Newung, Kecamatan Sukodono dengan satu perahu rafting BPBD, dua armada SAR MTA 2 LCR, satu armada BASARNAS 1 LCR, Sumberlawang Rescue dengan status banjir saat ini perlahan meningkat.
Mengingat banjir cenderung meningkat, Agus berpesan kepada warga lebih waspada dalam kesiapsiagaan dengan dampak bencana Hidrometeorologi seperti banjir bandang, banjir, tanah longsor, angin kencang.
"Kami memberikan arahan sekiranya air semakin dalam agar segera pindah di tempat yang lebih tinggi. Untuk saat ini aktifitas warga setempat terganggu oleh luapan DAS Bengawan Solo," katanya.(tri)
