"Ini aja gak pernah , kalau selewat selewat aja ya kenal, dia kadang jalan aja Minggu sore, lewat, dia berangkat kerja atau pulang mah gak tahu," ucapnya.
"Karena yang tinggal di RT 02, tapi dia belum memulai di lingkungan kita, domisili itu yak," sambungnya.
Ganda dan warga lainnya mengaku kaget, mendengar salah satu warga di lingkungannya dikabarkan diamankan kepolisian terkait kasus mutilasi.
Menurut Ganda, ia mendapatkan kabar itu melalui sosial media.
Bahkan, Ganda tak mengetahui secara pasti sempat MEL dikabarkan hilang dan dilaporkan kepolisian.
"Dilingkungan kita ini kan pada ngumpul, yang benar ini di medsos, sempat kaget juga kita," kata Ganda.
"Orangnya sebenarnya mah enggak (mencurigakan), cuma kan kita gak tahu," tutup Ganda.
Sebelumnya diberitakan, Ecky merupakan warga yang dikabarkan sebagai orang hilang oleh istrinya sepekan lalu.
Istri korban pun melaporkannya ke Polsek Bantargebang, Kota Bekasi.
Pada Kamis, (30/12) malam lalu, pihak kepolisian pun menemukan titik lokasi MEL, tinggal di salah satu kontrakan di wilayah Tambun Bekasi.
Namun, setelah dilakukan pencarian dan pengecekan kontrakan yang dihuni MEL ditemukan box-box berisi mayat wanita termutilasi.
Bahkan mayat tersebut sudah dalam terpotong dan rusak.
