PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 6 Kepala Keluarga di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten terpaksa harus diungsikan akibat dampak dari Jalan Raya Cikeusik-Binuangen amblas, pada Sabtu (31/12/2022).
Ke 6 KK tersebut diantaranya 1 rumah ambruk, 4 rumah amblas sedalam satu meter dan 1 rumah lagi kondisinya mengkhawatirkan.
Diketahui, amblesnya ruas jalan nasional tersebut akibat terjadinya pergeseran tanah, akibatnya 6 rumah warga terkena dampaknya hingga kondisi rumah terpaksa harus dikosongkan.
"Tanahnya labil, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi kemarin (Sabtu, 31/12/2022), membuat jalan ini amblas termasuk 6 rumah warga kami," ungkap Sarta, Kepala Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Minggu (1/1/2023).
Diakuinya, ke 6 rumah warganya tersebut saat ini terpaksa harus dikosongkan dan para penghuninya diungsikan ke rumah saudaranya masing-masing, lantaran kondisi rumah-rumah tersebut mengkhawatirkan.
"Pasca kejadian kemarin, saat ini kondisi ke 6 rumah warga saya mengkhawatirkan. Karena setiap saat kerap terjadi pegerakan tanah, bahkan 4 rumah sudah ikut ambles," katanya.
Pihaknya pun sudah melaporkan peristiwa tersebut ke sejumlah Instansi pemerintah di Pandeglang, dan para korban juga saat ini sudah diberikan bantuan, baik melalui lumbung sosial, KSB dan juga ada dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pandeglang.
"Kalau bantuan sembako untuk korban sudah ada kemarin. Tinggal kami upaya mengajukan untuk pembangunan rumahnya," ujarnya.
Dari informasi yang dihimpunnya lanjut Kades, kondisi tanah di bawa jalan tersebut itu lumpur, jadi wajar jika tanah itu labil dan menimbulkan bencana terhadap sejumlah permukiman warganya.
"Bahkan dalam kurun waktu setahun ini, ruas jalan itu sudah tiga kali amblas. Karena memang kondisi tanah yang labil," ucapnya.
Ia pun berharap, pemerintah pusat segera menangani kondisi jalan tersebut secara optimal. Karena kondisi tanah yang labil itu harus diupayakan penanganannya seperti apa supaya tidak kembali amblas.
"Harus ditangani secara optimal kami rasa, bukan hanya sebatas bangunan jalannya saja. Tapi bagaimana caranya tanah yang labil ini dilakukan penanganan yang maksimal," harapnya.
Sementara, Camat Cikeusik, Pandeglang, Wahyu membenarkan, jika sejumlah penduduk yang rumahnya terdampak jalan yang ambles itu diungsikan.
"Ada 6 rumah yang ikut amblas akibat curah hujan yang tinggi. Para penghuni rumah itu sudah dievakuasi," pungkasnya. (samsul fatoni)
