Guru besar IPB University, Prof. Edi Santosa menyebut bahwa perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November mendatang menjadi momentum dalam memberikan contoh kepada negara-negara G20 dalam mengatasi krisis pangan.
"Yang paling penting adalah adanya komitmen pemerintah yang kuat terhadap keinginan untuk memajukan pangan, keinginan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Itu yang saya kira harus dicontoh (negara-negara G20)," kata guru besar IPB University Edi Santosa.
Untuk itu perlu adanya dukungan dari beberapa elemen masyarakat untuk mengadapi krisis global, Rektor ITB Ahmad Dahlan Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM menilai, institusi pendidikan tinggi mesti memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Pertemuan para pemimpin dunia di G20 ini sangat penting dan akan menjadi catatan bersejarah bagaimana kita sebagai bagian masyarakat dunia berperan aktif berkontribusi memberikan solusi bagi dunia kita yang lebih baik" kata Mukhaer.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Dr Dwini Handayani juga mengajak generasi milenial ikut serta menyukseskan serta berpartsipasi aktif dalam Presidensi G20 Indonesia.
“Kaum muda dapat mensukseskan G20 dengan ikut mempelajari kiprah Indonesia di G20 serta ikut berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan pada forum yang sudah disediakan” Kata Dwini. (angga)
-(13)-(1).jpeg)