Bahkan, pada bulan Oktober 2022, pihak PLN sempat datang ke rumah korban untuk memutus listrik.
Saat itu petugas PLN datang untuk memberikan peringatan.
"Dia ada tunggakan PLN dan dia langsung ke petugas PLN karena ada program dari PLN Jakarta-Tangerang apabila ada tunggakan itu biasanya petugas yang menangani. Jadi komunikasi dengan petugas, dia ada komunikasi dengan petugas PLN pada 4 Oktober terakhir. Komunikasi dengan saya terakhir itu 5 september anaknya Dian," terangnya.
Asiung menyebut, sejauh ini pekerjaan keluarga tersebut tidak diketahui.
Dia hanya sering melihat anak dan ibunya kerap pergi ke pasar saat pagi hari, setelah itu masuk rumah.
"Tidak jelas (pekerjaannya), paling sehari-hari keluar ibu sama anaknya ke pasar sebentar terus pulang lagi itu seperti itu," ucapnya.
Saat ditemukan, Asiung menyebut kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan kering.
Warna kulit juga sudah berubah kecokelatan, diduga karena membusuk.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pasma Royce mengatakan, keempat korban diduga sudah meninggal sejak tiga minggu lalu.
"Berdasarkan keterangan dokter forensik bahwa kematian ini dari tiga minggu yang lalu," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan dari tim forensik menuturkan bahwa keempat korban dalam keadaan tidak ada asupan makanan ataupun minuman.
Hal tersebut diperkuat berdasarkan hasil keterangan dari tim forensik yang mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
