Obrolan Warteg : Bukan King Maker

Senin 06 Jun 2022, 06:45 WIB

“Sudah fix ya, Pak Prabowo bukan king maker, tapi capres 2024,” kata mas Bro kepada kedua sohibnya selagi maksi di warteg ujung gang, milik Ayu Bahari.

“Iya gue sudah tahu. Hampir semua media memuatnya,” kata Yudi.

“Kalau Pak Prabowo capres, siapa king makernya?” tanya Heri.

“Bisa dirangkap,” kata mas Bo ngasal.

“Maksud lo, pak Prabowo capres sekaligus king maker?, “ tanya Heri lagi

“Kan nggak ada larangan. Sebagai ketum parpol bisa bertindak sebagai king maker, seperti ketum parpol yang lain,” jawab mas Bro santai.

Kedua sohibnya saling pandang, apa yang dikatakan mas Bro ada benarnya. Ketum parpol akan bertindak sebagai king maker untuk memuluskan capres yang diusungnya. Untuk memenangkan calonnya ketum parpol bisa berkoalisi dengan ketum parpol lainnya, tujuannya makin memperkuat dukungan politik.

Tak hanya untuk memenuhi ambas batas pencalonan presiden yang disyaratkan 20 persen  kursi di DPR atau 25 persen suara pemilu. Juga meningkatkan partisipasi politik dalam pilpres guna memenangkan paslon yang diusung.

Selama ini Megawati sering disebut king maker pilpres, juga SBY, Surya Paloh dan ketum parpol lainnya.

Bergabungnya 3 parpol (Partai Golkar, PAN dan PPP) dalam Koalisi Indonesia Bersatu bagian dari upaya membentuk kelompok king maker terhadap capres yang nantinya akan diajukan.

Di luar jalur parpol, ada Jokowi yang bisa bertindak sebagai king maker, mengingat king maker tidak harus ketum parpol. Intinya king maker adalah orang atau kelompok yang memiliki kekuatan besar ikut menentukan hasil pilpres. Bisa kekuatan politiknya, integritasnya, elektabilitasnya dan lain –lain.

“Gue termasuk king maker juga,” kata mas Bro

“Gaje lo,” kata Heri.

“Ingat! Dulu yang ngenalin pacar lo hingga jadian seperti sekarang siapa, kalau bukan gue?,” kata mas Bro. (jokles).
 


Berita Terkait


undefined
Sental-Sentil

Obrolan Warteg: Semut Merah

Senin 13 Jun 2022, 08:04 WIB

News Update