Pilu! Viral Pesan Teks Tentara Rusia dengan Sang Ibu Sebelum Dibunuh: 'Mama, Aku di Ukraina, Aku Takut'

Kamis 03 Mar 2022, 10:44 WIB
Tentara Rusia dan pesan untuk sang Ibu. (Foto: Diolah dari Google).

Tentara Rusia dan pesan untuk sang Ibu. (Foto: Diolah dari Google).

"Cukup sudah cukup," katanya.

Lebih dari 100 perwakilan negara diperkirakan akan berbicara selama tiga hari saat badan global memutuskan apakah akan mendukung atau tidak terhadap resolusi yang menuntut Rusia segera menarik pasukannya dari Ukraina.

Pemungutan suara diharapkan digelar hari Rabu dan harus mencapai ambang dua pertiga untuk lolos.

Resolusi tersebut tidak mengikat, tetapi akan menjadi penanda betapa terisolasinya Rusia.

Perancang resolusi berharap mereka dapat melebihi 100 suara mendukung, meskipun negara-negara termasuk Suriah, China, Kuba dan India diharapkan untuk mendukung Rusia atau abstain.

“Kami tidak merasa terisolasi,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia kepada wartawan. 

Dia mengulangi sikap Moskow yang ditolak mentah-mentah oleh Kiev dan sekutu Baratnya bahwa operasi militer mereka diluncurkan untuk melindungi penduduk daerah yang memisahkan diri di Ukraina timur.

“Permusuhan dilepaskan oleh Ukraina terhadap penduduknya sendiri,” katanya dalam pidatonya.

Kyslytsya menjelaskan pemungutan suara di PBB juga dilihat sebagai barometer demokrasi di dunia di mana sentimen otokratis telah meningkat, menunjuk ke rezim seperti itu di Myanmar, Sudan, Mali, Burkina Faso, Venezuela, Nikaragua-dan tentu saja Rusia. 

“Jika Ukraina tidak bertahan, PBB tidak akan bertahan. Jangan berangan-angan,” tegas Kyslytsya.(*)


Berita Terkait


News Update