Kekek Genit Mengantar Cucu Sembari Bawa Istri Tetangga

Minggu 12 Des 2021, 07:30 WIB
Nah ini dia, jika ada peselingkuh berdarah dingin, mungkin hanya Zainudin, 48, warga Ilir Barat, Palembang. (ilust/poskota)

Nah ini dia, jika ada peselingkuh berdarah dingin, mungkin hanya Zainudin, 48, warga Ilir Barat, Palembang. (ilust/poskota)

Jika ada peselingkuh berdarah dingin, mungkin hanya Zainudin, 48, warga Ilir Barat, Palembang.

Bayangkan, mengantar cucu ke sekolah tapi sambil boncengkan WIL yang tetangga sendiri.

Keruan saja suami Ny. Mulyati, 37, jadi marah dan kakek genit itu dibabat clurit sampai mandi darah.

Yang layak disebut kakek itu mestinya usia 60 tahun ke atas. Tapi sekarang usia belum kepala lima pun otomatis disebut kakek, karena sudah punya cucu.

Mungkin dia saat “mbelah duren” dulu usia 20 tahunan, sehingga belum kepala 5 sudah menimang
cucu.

Walhasil definisi tua sekarang menjadi rancu, karena yang jadi Menpora pun sudah berusia kepala 5.

Tapi ya bagaimana lagi, Presiden Jokowi bingung, ambil yang usia 40-an malah pada korupsi.

Zainudin termasuk lelaki yang terlalu cepat dipanggil kakek, karena usia belum kepala 5 sudah punya cucu.

Bahkan dia punya kewajiban tambahan, antar cucu ke sekolah setiap pagi.

Begitu pulangnya, Zainudin dengan setia juga menjemput cucunya yang sekolah di SDN Lorok Pakjo.

Ibu-ibu awalnya mengira yang diantar Zainudin adalah anak sendiri, karena masih pantas seusia dia punya anak duduk di SD. Ternyata.... 

Karena memang masih muda, maka Zainudin termasuk lelaki enerjik, bahkan kelewat enerjik. 

Bagaimana tidak? Diam-diam dia ingin menjajal keperkasaan dirinya pada Ny. Mulyati yang bini tetangga itu.

Bini Sawiran ini memang cantik, bodi seksi pula, sehingga jantung Zainudin selalu sedut senut bila menatapnya. 

Sedangkan Sawiran ini, meski punya bini cantik tapi tubuhnya kurus, pucet dan gerakannya lamban. 

Apa karena “diforsir”? Nggak tahu juga, yang jelas mata mata liar Zainudin ini rupanya terespon oleh Ny. Mulyati.

Buktinya, ketika dia diboncengkan Zainudin sambil mengantar cucu sekolah mau saja.

Soal usai mengantar cucu lalu menggok ke hotel atau vila, tak ada yang tahu. Yang jelas gerakan Zainudin – Mulyati ini lama-lama termonitor oleh Sawiran. 

Marahlah dia, sehingga istri dimarahi. “Jangan lagi jalan bareng sama Zainudin ya, nggak enak dilihat orang.” kata suami.

Batin Mulyati, justru yang enak-enak itu jangan sampai dilihat orang. 

Rupanya Mulyati memang perempuan bandel. Meski sudah dinasihati suami masih juga mau diboncengkan motor Zainudin.

Dan seperti yang terjadi beberapa hari lalu, dada Sawiran membara melihat Zainudin mengantar cucu sekolah tapi juga memboncengkan bininya.

Langsung saja dikejar pakai motor. Karena merasa bersalah, Zainudin jadi gugup ketika berusaha lari dari kejaran Sawiran.

Benar saja, sepeda motor itu ambruk menjelang tiba di pintu gerbang SDN Lorok Pakjo. Cucu dan bini Sawiran ikut jatuh pula, tapi Sawiran tak peduli.

Justru dia keluarkan celuritnya buat membacok Zainudin berulang kali. Ironisnya, tak ada orang yang berusaha menolong meski Ny. Mulyati sudah menjerit-jerit atas kekejaman suami. 

Lihat juga video “61 Kilogram Sabu Diamankan Polisi dari Empat Tersangka Jaringan Internasional”. (youtube/poskota tv)

“Kok bisa-bisanya, wong mengantarkan cucu sekolah kok sambil selingkuh!” omel Sawiran sambil ngeloyor pergi.

Baru setelah Sawiran pergi bersama celuritnya warga melarikan Zainudin ke Rumah Sakir.

Akan halnya Sawiran ditangkap setelahnya kabur selama beberapa jam.

“Aku cemburu pak, Zainudin masih terus memboncengkan istriku ke mana-mana,” kata Sawiran.

Woo, binimu dibawa ke hotel pulang-pulang sudah lecek Wir.....! (GTS)


News Update