Airlangga menambahkan, bagi Indonesia, RCID ke-2 merupakan momentum strategis kepresidenan G20 Indonesia mulai 1 Desember 2021 dengan tema “recover stronger, recover together”.
Tema tersebut menetapkan visi bahwa tidak ada yang tertinggal dan bahwa pemulihan dari krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi bukanlah sebuah kontes. Selain itu, menunjukkan harapan dan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kemitraan global, sebagai upaya mengatasi dampak pandemi.
“Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 akan difokuskan pada empat pilar untuk mendorong produktivitas, meningkatkan stabilitas dan ketahanan ekonomi, memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta memberdayakan lingkungan dan kemitraan,” sebutnya.
Selanjutnya, di bawah Presidensi Indonesia di G20, untuk pertama kalinya isu industri masuk menjadi salah satu isu utama. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan sektor industri ke dalam Trade Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20.
Jawab Tantangan Global
Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, RCID merupakan forum bagi negara-negara di Kawasan Asia Pasifik untuk bertukar pandangan, kebijakan, pengetahuan, dan gagasan dalam pembangunan industri.
“Dalam konteks kekinian, forum ini berfokus pada bagaimana menjawab tantangan-tantangan terkait pemulihan kesehatan global, transformasi industri 4.0, dan transisi energi menuju green industry untuk menjamin pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan,” terangnya.
Menperin menjelaskan, konferensi RCID ke-2 merupakan tindak lanjut dari suksesnya penyelenggaraan RCID pertama yang dilaksanakan pada 8-9 November 2018 di Bali yang menghasilkan Bali Industry 4.0 Agenda. RCID ke-2 ini juga akan menjadi tonggak penting menuju persiapan pertemuan TIIWG G-20 yang akan berlangsung pada tahun 2022. “Indonesia menyatakan siap menyuarakan aspirasi-aspirasi dari negara-negara, khususnya negara-negara berkembang non G-20 dalam forum-forum G20,” tuturnya.
Menurut Menperin, selama dua tahun ini, dunia bergulat dengan pandemi Covid-19. Di setiap negara, ada banyak rupa kisah tentang kesedihan, penderitaan, dan keharuan. “Bagaimana tidak, pandemi telah menciptakan efek domino yang menyebabkan krisis multidimensi, tidak hanya di bidang kesehatan tetapi juga ekonomi, dan sosial,” ujarnya.(tri)
