JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Genap 100 hari, politikus sekaligus pendiri Poskota, Harmoko tutup usia.
Meninggalkan segala kenangan dan sejarah untuk Indonesia.
Harmoko merupakan tokoh pencetus banyak hal di masanya.
Pria yang meninggal pada usia 82 tahun tersebut tentu menyisakan ingatan indah pada orang-orang terdekat, terutama para sahabat.
Dalam gelar acara tahlil doa 100 hari wafatnya Harmoko, dua sahabat mengenang mendiang almarhum.
Meninggalkan segala kenangan dan sejarah untuk Indonesia. (Foto/poskota)Politikus Indonesia Akbar Tandjung mengatakan Harmoko yang dikenalnya merupakan pribadi yang baik.
Mantan ketua DPR RI ke-13 itu menyampaikan dirinya banyak belajar dari Harmoko dalam karirnya sebagai politikus.
"Pendekatan yang dilakukan beliau sebagai Ketua Umum. Golkar mendapat posisi dan mayoriti di dunia politik," kenang Akbar Tandjung.
"Pendekatan pada masyarakat yang begitu baik sehingga kemampuan dan pengalaman beliau jadi contoh bagi lainnya," sambungnya.
Sementara Jendral TNI (Purnawirawan) Try Sutrisno mengungkapkan Harmoko ialah sosok yang menjadi panutan untuk orang yang mengenalnya.
Try Sutrisno mengatakan Menteri Penerangan itu selalu ingin ikut andil dalam gerakan pembangunan Indonesia.
Sedari muda hingga usianya telah renta.
Ketua MPR pada masa pemerintah BJ Habibi itu dikenal menjunjung tinggi bangsa dan budaya.
Harmoko memang diketahui memiliki kecintaan pada seni dalang wayang.
Try Sutrisno mengenang kisah semangat Harmoko ketika sibuk mendalang bersamanya.
"Beliau memdesmontrassikan jadi dalang saya temannya, juga bisa sedikit pak. Jawa, Jawa Timur saya bisa saya mainkan gendang," kata Try Sutrisno.
Tak hanya kuat jiwa berbangsanya, Harmoko dikenang sebagai pribadi yang taat pada agama.
Try Sutrisno mengatakan mendiang sahabatnya itu hidup seimbang.
Antara kewajiban sebagai warga negara dan umat Tuhan.
Harmoko mencontohkan untuk menjalani kebaikan selama hidup demi bekal akhirat kelak.
"Menjadikan beliau sosok legend yang luar biasa. Dia ingin andil. Dia mendirikan pondok pesantren. Amalnya mengalir terus," lanjutnya.
"Berbangsa dan berbudaya merupakan kekuatan. Bangsa Indonesia bangsa beragam, jadi hidup beragama satu kekuatan," imbuh Try Sutrisno.
Terakhir, Try Sutrisno mendoakan agar sahabatnya itu diterima di tempat terbaik.
"Akhirnya kita selalu mendoakan kembali, semoga almarhum mendapat tempat sebaik-baik," tandasnya.
Sekadar informasi, Harmoko meninggal dunia pada Minggu, 4 Juli 2021. (cr07)
