Halimah mengaku, kondisi depan rumahnya sudah ambruk dan bertebaran asbes. Sementara, kaki kiri Antimah terus mengeluarkan darah.
"Kondisi rumah di depan sudah hancur atap asbesnya. Saya fokusnya ke kaki ibu karena terus keluarkan darah," sebutnya.
Halimah mengambil sejumlah kain dan kerudung untuk mengikat luka di kaki Antimah. Dengan tujuan menghentikan darah yang bercucuran.
"Sudah beberapa kain dan kerudung diikat tetap saja darah masih keluar. Lalu saya minta adik untuk langsung bawa ibu ke klinik," paparnya.
Antimah dibawa ke klinik terdekat. Dia langsung penanganan m edis dan luka kaki kiri yang robek dijahit oleh dokter.
Hingga kini, Antimah mengaku masih merasakan nyeri pada luka kakinya. Akibat luka itu, dia juga tidak tidur sejak Senin (1/2) malam.
"Dari kejadian itu saya enggak bisa tidur sampai sekarang. Kaki saya masih nyeri, jalan saja rasanya tidak bisa," tuturnya.
Baca juga: Puting Beliung di Tangerang, Enam Rumah Ambruk Satu Warga Terluka Tertimpa Reruntuhan
Antimah mengaku, disarankan oleh dokter di klinik untuk dirujuk ke rumah sakit. "Saya belum mau ke rumah sakit. Saya masih takut. Saya menunggu saja mudah-mudahan bisa sembuh," pungkasnya.
Pantauan Poskota, kaki kiri Antimah tepat dibagian tumit telah dibalut perban. Namun, darah dari kakinya itu masih terlihat.
Sementara kondisi rumah Antimah kekinian telah dirapikan. Asbes yang semula berserakan ditaruh di samping rumah.
Antimah mengaku, baru mendapatkan bantuan berupa paket sembako dari pihak desa setempat.