BEKASI - Minimarket lagi-lagi menjadi target perampokan. Di Bekasi dua perampok bercelurit menyatroni minimarket, dan aksi pelaku terekam kamera CCTV dan viral di media sosial (medsos).
Peristiwa perampokan itu tepatnya di minimarket di Perumahan Mutiara Gading Timur 2, Ruko Pasadena, Kelurahan Mustikajaya. Aksi pelaku sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial (medsos).
Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan kejadian itu. "Benar, kejadian hari selasa kemarin (8/9), sekira pukul 02.00 WIB di Mustikajaya," kata Erna, Rabu, (9/9/2020).
Kronologis perampokan lanjut dia, bermula ketika dua pegawai minimarket bernama Rama Walfitra (20) dan Syahrul Romadhon (25) tengah bertugas di minimarket tersebut.
Kemudian datang pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang berpura-pura hendak membeli sesuatu. Dalam rekaman CCTV video yang beredar, pelaku mengenakan pakaian jaket abu-abu dengan penutup kepala dan menggunakan masker.
Satu di antaranya mengeluarkan dua bilah senjata tajam jenis celurit dari balik jaket yang ia kenakan. Pelaku langsung mengalungkan celurit tersebut ke seorang pegawai yang tampak berdiri di lorong rak minimarket.
"Mereka berpura-pura beli sesuatu, satu orang menghampiri kasir dan mengambil uang, satu pelaku lagi mengancam menggunakan celurit," terangnya.
Pegawai yang saat itu dikalungi celurit bernama Rama, dia diminta oleh pelaku untuk menunjukkan brankas tempat menyimpan uang. "Karena ketakutan, korban dipaksa untuk membuka brankas, pelaku lalu mengambil uang sebesar Rp24.821.130," terang Erna.
Setelah berhasil mengambil uang, pelaku kemudian kabur meninggal lokasi menggunakan kendaraan yang mereka bawa. Adapun dari hasil penyelidikan sementara, total kerugian yang diderita Alfamart dari aksi kejahatan ini sebesar Rp28.775.330. (Rp28 juta)
Jumlah itu termasuk uang dari dalam brankas dan uang dari laci kasir yang juga digasak pelaku. "Sementara masih kita lidik ya, saksi-saksi juga kita masih periksa dan pengambil bukti-bukti di TKP (Tempat Kejadian Perkara) termasuk CCTV," tegasnya. (yahya/win)
