JAKARTA – Kementerian Perindustrian mendukung pembangunan sentra industri kecil menengah (IKM) logam di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, karena diyakini dapat memacu produktivitas masyarakat setempat sekaligus turut mendorong perekonomian daerah dan nasional.
“Sentra IKM logam Kabupaten Dharmasraya ini merupakan sentra IKM yang dibangun melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang IKM tahun 2018-2019. Kami berharap, pembangunan sentra IKM logam ini dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh pelaku IKM di sana,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2020)
Sentra IKM Logam Kabupaten Dharmasraya sudah diresmikan Menperin pada secara virtual di Jakarta, pada Kamis (6/8/2020).
Sentra IKM, lanjutnya, merupakan kelompok IKM dalam satu lokasi atau tempat yang menggunakan bahan baku, menghasilkan produk sejenis, dan melakukan proses produksi yang sama.
“Mengelompoknya IKM dalam satu sentra tentunya akan mempermudah pembinaan untuk semakin meningkatkan kemampuan IKM kita,” tuturnya.
Oleh karena itu, dalam upaya penguatan peran sentra IKM, diperlukan pusat pengembangan desain dan teknologi yang disertai dengan pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Hal ini dikarenakan teknologi dan SDM merupakan dua komponen penting yang harus disinergikan sehingga menghasilkan produk yang berkualitas,” imbuhnya.
Agus menyampaikan, pihaknya bertekad untuk terus memberikan pembinaan kepada pelaku IKM. Sebab, dengan jumlahnya yang besar, mereka menjadi ujung tombak bagi industri manufaktur. Apalagi, sektor IKM tidak akan terpisahkan dari bagian proses produksi atau rantai pasok industri skala besar.
“Tentunya, kami akan mendorong sentra IKM logam di Dharmasraya bisa mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan hasil industri di sana, yang salah satunya telah dibuktikan melalui pembuatan head tractor. Kami ingin sentra IKM logam di Dharmasraya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat setempat,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengemukakan, Kabupaten Dharmasraya merupakan wilayah strategis karena dilalui jalur lintas tengah Sumatera. Hal ini menjadi potensi besar dalam upaya pengembangan sektor IKM dan perdagangannya karena ditunjang sarana transportasi darat yang lancar.
“Kabupaten Dharmasraya ini punya area perkebunan sawit dan karet, persawahan dan pertanian yang terhampar luas, yang pengerjaannya membutuhkan peralatan dari mulai menanam hingga saat panen. Selama ini, ketika alat mesin pertanian (alsintan) yang digunakan mengalami kerusakan atau aus, perbaikannya perlu mendatangkan suku cadang dari luar Dharmasraya,” paparnya.
Oleh karena itu, keberadaan sentra IKM logam di Dharmasraya bakal menjawab kendala yang dihadapi oleh para petani dan pabrik alsintan yang membutuhkan suku cadang dari logam. (*/tri)
