Mertua Sponsori Perceraian Mati Tragis di Tangan Mantu

Selasa 05 Mei 2020, 07:20 WIB

JADI sponsor perceraian memang tak perlu menunggu proposal segala. Tinggal bilang, “Cerai saja, memangnya lelaki cuma Ngadirun?”, maka proses perceraian bisa dimulai. Tapi gara-gara ini, Ngadirun tega membunuh Ny. Ngatri (42), dan mayatnya dibuang ke kali Kesesi, Pekalongan. Sungguh tragis.

Orang Betawi terkenal sayang sama mantu, apa lagi menantu lelaki yang mengerti akan selera mertua. Tapi sebetulnya setiap mertua sayang sama menantu, asalkan mampu membahagiakan anaknya. Dan tak semua menantu bisa berbuat demikian. Malah di era gombalisasi ini, banyak sekali mantu yang pekerjaannya petentang-petenteng doang, gara-gara mengandalkan warisan mertua kelak.

Ngadirun (30), warga Watukumpul Kabupaten Pemalang, tak sampai sebegitunya. Kekayaan mana yang bisa diharapkan olehnya, wong daftar harta mertuanya juga tak pernah masuk LHKPN KPK. Hanya saja Ny. Ngatri ini tidak kaya harta tapi kaya akan kata-kata, dia mampu mempengaruhi anak sendiri, agar bisa meninjau ulang perkawinannya melawan Ngadirun yang sudah berjalan 5 tahun itu.

Kalau dipikir-pikir seperti almarhum Basuki pelawak, sebetulnya yang salah juga Ngadirun sendiri. Satu pelita berumahtangga, pertumbuhan ekonominya hanya sekitar 5 persen melulu. Padahal janjinya dulu saat pacaran, nanti akan meningkat jadi 7 persen setelah menjadi suami Mujirah (20). “Setelah ada kamu, hidupku makin bersemangat,” kata Ngadirun waktu itu.

Tapi itu duluuuu……! Setelah berhasil mendapatkan Mujirah dan punya anak, semangat Ngadirun tidak semakin menyala-nyala, justru melempem. Pekerjaannya hanya serabutan, sehingga penghasilannya tak menentu. Apa lagi setelah ada Corona, penghasilan nyaris hilang, sehingga biaya rumahtangga sehari-hari banyak minta bantuan mertua atau keluarga Ngadirun sendiri.

Hal ini membuat sang mertua tak berkenan. Saking jengkelnya pada Ngadirun yang lebih banyak di rumahnya ketimbang bekerja cari uang, Ny. Ngatri tega memprovokatori Jumirah agar minta cerai pada suami. “Kamu kan masih muda, cari suami pengganti juga bisa. Buat apa bela-belain Ngadirun, memangnya lelaki hanya dia,” begitu kira-kira Ny. Ngatri saat jadi sponsor, tanpa menunggu proposal segala.

Entah siapa penerusnya, kok Ngadirun jadi tahu ucapan mertua nan sengkring itu. Dasar menantu gile, bukannya menyadari akan kelemahan sendiri, tapi malah jadi dendam pada Ny. Ngateri. Mertua cap apa itu, kok malah mengajari anaknya minta cerai.

“Udah lah Bleh, pecat saja dia sebagai mertua,” kata setan membisiki Ngadirun nempel di
telinganya, lupa akan jaga jarak minimal 1 meter.

Beberapa hari lalu tengah malam menjelang sahur Ngadirun menyelinap ke rumah mertua. Kebetulan Ny. Ngatri baru masak di dapur langsung saja dibacok golok dari belakang tanpa sempat mengaduh. Jenazah mertua langsung dimasukkan ke karung dan atas bantuan temannya, dengan sepeda motor mayat itu dibuang ke kali Kesesi Pekalongan.

Menghilangnya Ny. Ngatri dengan jejak darah berceceran, ditambah jerit tangis dua cucunya yang masih balita, segera muncul dugaan pembunuhan. Ditilik riwayat hubungan menantu dan mertua, polisi langsung mencurigai Ngadirun, dan ternyata benar.

Sedangkan mayat Ny. Ngateri ditemukan 2 hari kemudian berjarak 7 Km dari tempat pembuangan. Kini Ngadirun bersama sahabatnya ditahan di Polres Pemalang. Ngadirun bisa diancam penjara 20 tahun.

Akhirnya Mujirah bakal cerai penjara gara-gara kekejaman suami. (tagar.id/gunarso ts)


News Update