Ini Alasan Menag Ingin Lulusan Madrasah Aliyah Jago Bahasa Mandarin

Rabu 08 Jan 2020, 22:17 WIB

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menghendaki lulusan madrasah aliyah bisa berbahasa Mandarin. Itu agar mereka bisa bersaing dengan dunia kerja. 
     

Menag menyampaikannya saat berbicara di forum Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ke - 47, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (8/1/2019). Acara itu dihadiri Ketua Wantim-MUI Prof Din Syamsuddin, Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Wakil Ketua Wantim-MUI Prof Nassarudin Umar, dan perwakilan Ormas Islam lainnya. 
     

Fachrul mengatakan dalam pendidikan madrasah empat bahasa yang dipelajari, selain Bahasa Indonesia, juga Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan ditambah Bahasa Mandarin. 
    

Namun demikian, menurut dia, dalam penerapannya secara bertahap, artinya tidak semua madrasah mengadakan kurikulum Bahasa Mandarin. "Sudah Ada di Kandal, Jawa Tengah madrasah yang sudah mengadakan kurikulum Bahasa Mandarin,"  terang mantan wakil panglima TNI. 
     

Fachrul menyampaikan, pelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Mandarin adalah tambahan pelajaran. Kemenag ingin lulusan Madrasah Aliyah mampu bersaing dengan lulusan sekolah umum untuk mendapatkan pekerjaan.  
     

"Itu (bahasa asing) tambahan ekstra pelajaran, kita ingin supaya tamatan Madrasah Aliyah mampu bersaing dengan tamatan umum untuk mendapatkan lapangan pekerjaan," kata Fachrul. 
     

Sedangkan Din Syamsuddin dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan menteri agama untuk menghadiri acara rapat pleno Wantim-MUI. 
      

Kedatangan menteri agama, menurut Din,  sekaligus untuk menyampaikan programnya sebagai menteri agama. (johara/yp)


Berita Terkait


News Update