Waspadai Leptospirosis

Senin 06 Jan 2020, 07:30 WIB

JAKARTA dan daerah penyangga pada awal 2020 terendam banjir bandang.  ‘Kado’ banjir pada pembuka tahun sesuai dengan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana sampai dengan 5 Januari mengakibakan 53 warga ibukota, Banten, dan Jawa Barat  tewas.

Selain nyawa melayang, dampak banjir bandang, menurut Badan Pusat Statistik, akan menjadi  salah satu penyumbang inflasi pada  Januari 2020 ini. Kenapa inflasi? Karena terjadi permintaan yang kuat terhadap suatu barang.

Bukan  hanya itu, kabarnya bencana banjir juga menyebabkan kerugian sekitar Rp10 triliun. Kalkulasi kerugian ini antara lain bangunan baik rumah milik warga maupun gedung pemerintahan yang porak poranda disapu air bah, aktivitas warga lumpuh, bisnis yang mandek, transportasi  terganggu dan lainnya.

Melayangnya nyawa warga dan kerugian material yang sangat besar itu tentu sudah menjadi evaluasi semua pihak, terutama para stakeholder seperti pemerintah pusat akan memodifikasi cuaca dan lainnya.

Hanya saja  tidak kalah penting di saat permukiman terendam air bah atau pasca banjir bandang semua pihak harus mewaspadai aneka penyakit yang berpotensi mewabah.

Sesuai dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat dan pasca banjir  ada sederet penyakit yang sangat berpotensi mewabah antara lain demam tifoid (tipes), kolera, leptospirosis, dan hepatitis A.

Berdasarkan pengalaman, pasca banjir baik di Jakarta maupun daerah penyangga, leptospirosis sering menerjang warga korban air bah. Mereka yang terjangkit penyakit ini bisa meninggal dunia bila terlambat mengantisipasi.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan  tertentu seperti tikus.

Gejala penyakit leptospirosis ditandai mual, muntah, meriang, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, diare, kulit atau area putih pada mata yang menguning, demam, dan lainnya.

Leptospirosis biasanya menunjukkan gejala secara mendadak dalam waktu dua  minggu setelah penderita terinfeksi. Pada sebagian kasus, gejala baru terlihat setelah satu bulan.

Merujuk hal ini sudah seharusnya semua pihak  mewaspadai mewabahnya aneka penyakit saat dan pasca  banjir, termasuk leptospirosis. Kita jangan lengah, tapi waspadalah. @*


News Update