Selama Bulan Zulhijah Permintaan Makam dan Nisan Meningkat Tajam

Jumat 16 Agu 2019, 18:00 WIB

INDRAMAYU –  Bulan Zulhijah dipercaya sebagian masyarakat Indramayu, Jawa Barat  sebagai waktu yang tepat mengganti makam atau nisan keluarga. Karenanya tak berlebihan jika permintaan makam atau nisan di Kota Mangga sekarang ini meningkat tajam. Namun sayangnya tingginya permintaan makam atau nisan tidak diimbangi stok yang memadai. Akibatnya, banyak calon pembeli makam atau nisan yang pulang kembali dalam posisi tangan kosong alias tak mendapatkan makam lantaran barangnya habis. Salah seorang pengrajin sekaligus penjual makam atau nisan, Imang (43)  saat dihubungi Pos Kota, Jumat (16/8/2019),  mengakui stok puluhan makam sudah habis terjual dalam beberapa hari memasuki bulan zulhijah. "Ada sisa 6 makam tapi sudah ada yang punya. Belum diambil pemiliknya. Tadinya mau kita anterin tapi mobilnya kepake," ujar Imang adik Heru (45) pemilik pangkalan makam dan Nisan di jalan Pantura Desa Santing, Losarang, Indramayu, Jawa Barat. Imang menjual makam yang sudah dilengkapi nisan dengan harga bervariasi. Harga terendah Rp500 ribu per buah untuk makam Balita. Sedangkan untuk makam dewasa harganya mulai Rp750 ribu, Rp1.250.000 dan Rp3.700.000. Untuk harga makam yang Rp750 ribu dan Rp1.250.000 ukurannya standar lebar 55 Cm panjang 120 Cm. Kalau makam yang harganya paling tinggi, selain ukurannya lebih besar lebar 60 Cm panjang 160 Cm juga materialnya paling bagus, khususnya keramik dan lain sebagainya. Imang menyebutkan, mengingat stok habis, ia terpaksa ngebut bikin makam dan nisan. Sehari bisa menyelesaikan 3 makam dan nisan. "Tapi kerjanya sampai malam," katanya. Di lapak milik Heru, kakak Imang biasa mempekerjakan 2 orang yang per hari mampu menyelesaikan masing-masing 2 makam dan nisan. "Kebetulan 2 pekerja dari Subang sedang tidak masuk jadi terpaksa kerja sendirian,” katanya. Pemantauan Pos Kota di lapak pembuatan dan penjualan makam dan nisan Desa Babakanjaya, Kecamatan Gabuswetan, Indramayu pun nampaknya sama. Stok barang lagi kosong karena telanjur di beli masyarakat sejak awal bulan zulhijah. (taryani/tri)


News Update