Oleh Harmoko LAYAKNYA dalam sebuah kompetisi, kita dipacu untuk menang. Tetapi dalam sisi lain kehidupan, dalam sebuah lingkungan masyarakat, kelompok, komunitas atau apa pun namanya, ada kalanya kita dituntut untuk berani, bahkan ikhlas "mengalah" demi lingkungan itu sendiri. Kata "mengalah" memang beda dengan " kalah". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), kalah berarti tidak menang atau dalam keadaan tidak menang; diungguli lawan. Sedangkan "mengalah" artinya mengaku kalah; dengan sengaja kalah (menyerah); tidak mempertahankan pendapat (tuntutan dan sebagainya). Ini dapat dikatakan bahwa "kalah" adalah karena ketiadaan atau kurang kemampuan untuk mengungguli lawan. Sementara "mengalah" bukan karena tidak mampu untuk menang, boleh jadi malah sudah menang, tetapi ada niat untuk tidak menjadi pemenang. Tentu ada maksud mengapa harus mengalah? Jawabnya dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari- hari. Kita sering mengalah dengan memberi jalan kepada orang lain agar lebih dulu mencapai tujuan. Ketika terdengar sirine mobil pemadam kebakaran dan ambulans, dengan spontan kita mengalah memberi jalan agar mobil pemadam cepat sampai tujuan memadamkan kebakaran. Ambulans cepat sampai untuk menyelamatkan orang sakit. Begitu pun dalam angkutan umum, sering mengalah memberikan kursi yang kita duduki kepada penumpang yang datang belakangan, karena pertimbangan dia lebih membutuhkan. Ini mengalah karena adanya tuntutan umum. Ada kepentingan umum yang harus didahulukan. Mengesampingkan ego pribadi demi kebahagiaan orang lain. Sementara agama apa pun mengajarkan membahagiakan orang lain merupakan kebahagian bagi diri kita juga. Kita sering mendengar dalam percakapan sehari - hari "sing ngalah berkah" ( yang mengalah akan mendapatkan berkah). Dalam falsafah Jawa juga dikenal istilah "Wani ngalah luhur wekasane ". Kata ini merupakan petikan lirik tembang "Mijil" yang diciptakan Sunan Kudus (Jafar Shodiq). Sejumlah referensi menyebutkan tembang ini dipakai Sunan Kudus sebagai salah satu metode dalam berdakwah. Sumber lain menyebutkan tembang ini juga dipakai Gunung Jati dalam berdakwah. Wani ngalah - berani ngalah, luhur wekasane -mulai akhirnya, dapat dimaknai mengalah bukan berarti kalah. Dalam konteks ini, mengalah adalah sebuah kemenangan karena mampu menyingkirkan ego pribadi, menunda kepentingan diri sendiri demi mendahulukan kepentingan orang lain. Berani menunda kebahagian diri sendiri demi mendahulukan kebahagiaan orang lain. Ini mengajarkan kepada kita perlunya pengendalin diri, mengelola ego pribadi, bersabar menghadapi cobaan, rasa syukur karena masih ada kemampuan membahagiakan orang lain. Masih diberi kesempatan untuk membantu orang yang lebih membutuhkan. Ini sejatinya sebuah kemenangan besar. Ujung dari perbuatan tersebut adalah diperolehnya kebahagian sejati bagi diri pribadi. Itulah filosofi yang hendak disampaikan " Wani ngalah luhur (dhuwur) wekasane" dari tembang Mijil yang syair lengkapnya sbb: Dedalane guno lawan sekti, Kudu andhap asor, Wani ngalah dhuwur wekasane, Tumungkula yen dipun dukani, Bapang den simpangi, Ono catur mungkur Syair lagu yang penuh petuah luhur mengajarkan kepada kita tentang etika, tata krama, adab, kesopanan, dan keramah-tamahan. Mengajak kita bersikap rendah hati, saling berbagi dan menghormati. Sabar dan ikhlas menerima cobaan serta senantiasa siap untuk bersyukur. (*).
Wani Ngalah Luhur Wekasane
Kamis 25 Apr 2019, 07:05 WIB
Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
News Update
Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek, DPRD DKI Minta Tetap Terjangkau
Sabtu 13 Jun 2026, 20:19 WIB
JAKARTA RAYA
Komisi B DPRD DKI Minta Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta Dikaji Ulang
13 Jun 2026, 20:15 WIB
JAKARTA RAYA
Warga Jakarta Minta Rencana Kenaikan Tarif Transjabodetabek Diimbangi dengan Peningkatan Sarana-Prasarana
13 Jun 2026, 20:10 WIB
JAKARTA RAYA
Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Pengamat: Pemda Harus Siapkan Angkutan Feeder
13 Jun 2026, 19:53 WIB
JAKARTA RAYA
Polisi Gerebek 2 Lokasi Perjudian Berkedok Time Zone Jakut dan Jakbar, Lebih dari 60 Orang Ditangkap
13 Jun 2026, 19:32 WIB
TEKNO
Seberapa Bagus Performa Xiaomi 17T, Worth It untuk Upgrade? Simak Review Lengkapnya
13 Jun 2026, 18:57 WIB
Nasional
Idrus Marham Sebut Mahasiswa dan Prabowo Punya Semangat Bangun Ekonomi Bangsa
13 Jun 2026, 18:45 WIB
EKONOMI
BNI Raih 7 Penghargaan Internasional, Perkuat Layanan Transaction Banking
13 Jun 2026, 14:40 WIB
Nasional
Wajib Tahu! Ini Daftar Layanan Kesehatan yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan
13 Jun 2026, 12:56 WIB
OTOMOTIF
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Simak Harga Lengkap dan Keunggulannya
13 Jun 2026, 11:15 WIB
OTOMOTIF
IPONE Ramaikan BBQ Ride 2026 Bandung, Siapkan Merchandise Eksklusif untuk Pengunjung
13 Jun 2026, 10:30 WIB
OTOMOTIF
BBQ Ride 2026 Jadi Ajang Motul Dekat dengan Komunitas Custom Culture, Ada Promo Menarik
13 Jun 2026, 09:59 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24K Kembali Menguat Hari Ini 13 Juni 2026, Dijual Mulai Rp2,2 Jutaan
13 Jun 2026, 06:41 WIB