Menang Atau Kalah Pilpres Percayalah Pada KPU dan MK

Kamis 18 Apr 2019, 07:25 WIB

HASIL Quick Count dari lembaga survei biasanya mirip dengan hasil KPU. Kemarin sore sudah ada gambaran, Jokowi-Ma’ruf dapat sekitar 56 persen, sementara Prabowo-Sandi 44 persen. Sayangnya Prabowo lebih percaya pada Quick Count intern. Apapun hasilnya, bila tak puas percayakan dan percayalah pada KPU maupun MK. Meski bukan perolehan resmi, hasil hitung cepat lembaga survei biasanya mirip-mirip atau mendekati hasil Real Count KPU. Dari hasil coblosan Rabu 17 April kemarin, sampai pukul 10, sekitar 40 lembaga survei memberikan angka Quick Countnya sekitar 56 persen untuk Jokowi-Ma’ruf dan 44 persen untuk Prabowo-Sandiaga. Repotnya, karena yakin betul pada survei intern, kubu Capres 02 sempat klaim, hanya kecurangan yang mampu mengalahkan Prabowo-Sandi. Bahkan Amien Rais mengancam, jika KPU curang akan mencari keadilan lewat people power. Alasannya, sudah tak percaya lagi pada MK. Sebagai seorang negarawan yang membidani kelahiran MK dan KPU saat menjadi Ketua MPR (1999-2004), ini sungguh ironis. Bagaimana mungkin Amien Rais tidak mempercayai kinerja MK dan KPU hasil produksi sendiri? Jika ada ketidak puasan, kan bisa disalurkan lewat lembaga itu. Untunglah Amien Rais kemarin menjelaskan bahwa “people power” itu hanya lewat HP dari pendukungnya saja, untuk mengumpulkan data-data kecurangan itu. Megawati juga salut pada Prabowo yang mengingatkan pada pendukungnya, jangan sampai berbuat anarkis. Pilpres telah usai, siapa pemenangnya sudah ada gambaran. Demikian juga Pileg, dari hasil Quick Count ternyata prediksi para lembaga survei tidak meleset jauh. Menurut catatan 40 lembaga survei, sudah terdeteksi bahwa hanya 7 parpol yang bisa kembali melenggang ke Senayan. Mereka adalah: -PDIP 20,16 persen, Golkar 12,8 persen, Gerindra 12,0 persen, PKB 9,9 persen, NasDem 8,4 persen, PKS 8,1 persen, Demokrat 7,1 persen, PAN 6,3 persen, dan PPP 4,9 persen. Sedangkan Hanura, Perindo, PSI, Berkarya, PBB, Garuda dan PKPI; hanya tinggal nama karena perolehannya di bawah 4 persen. Tapi bagi rakyat, justru baguslah itu. Kebanyakan partai di Senayan justru bikin pusing rakyat yang diwakili. Kasihan juga KPK, makin banyak parpol di DPR, ditakutkan tambah banyak pula oknum politisi yang jadi pasiennya. – gunarso ts


News Update