Sikapi Quick Count, AHY: Yang Terpilih Harus Jadi Pemimpin Seluruh Rakyat

Rabu 17 Apr 2019, 23:12 WIB

JAKARTA –  Partai Demokrat menyikapi hasil quick count (hitung cepat) yang sementara ini berbagai lembaga survei kompak menghasilkan angka Jokowi-Ma’ruf unggul atas pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat mengatakan siapapun presiden dan wapres yang terpilih nanti bisa jadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia. "Kami menyerukan, pasca-pemungutan suara mari kembali rukun, hentikan pertikaian, permusuhan akibat pemilu," kata  AHY di Kantor DPP Partai Demokrat,  Wisma Proklamasi No 41, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019). Dalam kaitan ini AHY mengimbau kepada pendukung kedua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk, menunggu hasil resmi KPU. Siapapun yang terpilih nanti, ia meminta untuk menjadi presiden-wapres bagi seluruh rakyat.  "Ppemimpin dan wakil rakyat yang terpilih, nantinya kami harap benar-benar menjadi pemimpin dan wakil seluruh rakyat Indonesia. Karena prinsip PD adalah Indonesia untuk semua," tegasnya. Menurutnya, semua para pemimpin pun harus berdiri di atas semua golongan, di atas semua identitas, tanpa memandang dari manapun dia berasal. “Kita tidak ingin terjadi perpecahan di negeri ini, kita ingin kembali rukun, meningkatkan tali silaturahmi," lanjutnya. Sementara itu, sejauh ini kubu Prabowo-Sandiaga tidak mempercayai hasil quick count mayoritas lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi. Demokrat berharap perihal ini tidak dijadikan alasan untuk tindakan kekerasan. Prabowo sendiri menyatakan memenangi Pilpres 62%. AHY menyerukan kepada seluruh kader dan masyarakat Indonesia agar kita semua dapat menahan diri terhadap hal-hal yang tidak patut kita lakukan. Dia berharap tidak ada hoax yang dapat menyebabkan provokasi kedua kubu pendukung. AHY pun memberi seruan kepada kolega-koleganya sesama elite partai. "Para elite dan pimpinan parpol harus jadi contoh yang baik. Kami juga punya hak dan kewajiban moral untuk mengingatkan agar kita terhindar dari polarisasi akibat perbedaan politik," tegasnya. Sejauh ini, Partai Demokrat memperoleh suara di kisaran 8%. Data salah satu lembaga survei menyebutkan, untuk PDIP memimpin, disusul Gerindra, Golkar, PKB, PKS, Nasdem, Demokrat. (*/win)


Berita Terkait


undefined
Opini

Quick Count - Real Count Bikin Ribut

Selasa 20 Feb 2024, 06:04 WIB

News Update