ARGENTINA- Laga final Copa Libertadores yang mempertemukan dua tim sekota asal Buenos Aires, Argentina, River Plate dan Boca Juniors, Sabtu (24/11), ditunda karena serangan suporter yang tidak terkendali.
Pendukung River Plate melempari bus yang membawa pemain Boca yang hendak memasuki Stadion River Monumental, lokasi final antarklub seantero Amerika Selatan tersebut.
Otoritas setempat memutuskan menunda pertandingan selama 24 jam. Sejumlah kalangan menyebut kondisi itu mencoreng citra persepakbolaan Argentina.
Laga final Copa Libertadores yang mempertemukan dua tim sekota asal Buenos Aires, Argentina, River Plate dan Boca Juniors, Sabtu (24/11), ditunda karena serangan suporter yang tidak terkendali.
Pendukung River Plate melempari bus yang membawa pemain Boca yang hendak memasuki Stadion River Monumental, lokasi final antarklub seantero Amerika Selatan tersebut.
Otoritas setempat memutuskan menunda pertandingan selama 24 jam. Sejumlah kalangan menyebut kondisi itu mencoreng citra persepakbolaan Argentina.
Merujuk beberapa laporan media massa setempat, sejumlah pemain Boca terluka akibat pecahan kaca bus. Mereka juga disebut terdampak gas air mata yang disemprot polisi untuk membubarkan pendukung River.
Pemain Boca yang pernah berlaga di beberapa klub top Eropa, Carlos Tevez, dilaporkan muntah dan pusing akibat gas air mata tersebut.
Rekaman video memperlihatkan sejumlah pemain Boca lainnya berjalan terhuyung-hutung dan mengalami disorientasi di dalam kamar ganti.
Dua pemain Boca, Pablo Perez dan Gonzalo Lamardo, dilarikan ke rumah sakit. Pecahan kaca dan silet terlihat menancap di kepala mereka.
Editor BBC Americas, Leonardo Rocha
Kepala Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan, Alejandro Dominguez, menyebut perwakilan River dan Boca sepakat menunda pertandingan akibat situasi yang tidak terkendali.
Laga antara dua klub besar Argentina itu merupakan pertandingan yang paling dihindari dalam sejarah sepakbola Amerika Selatan.
Ini adalah pertama kalinya mereka saling berhadapan di final Copa Libertadores, ajang yang setara dengan Liga Champions di Eropa.
Saat ini terlihat nuansa frustrasi dan malu di Buenos Aires. Ada pula kekhawatiran tentang keributan yang semakin membesar di ibu kota Argentina itu.
'Melelahkan, berbahaya, dan bodoh'
Prodiser Radio World Service, Richard Padula, di Stadion River Monumental
Tak ada yang menginginkan dua klub ini bertemu di laga final. Perseteruan mereka terlalu dalam untuk pertandingan sebesar ini.
Tiga jam sebelum kick-off, hampir seluruh kursi stadion telah terisi. Beragam lagu diputar dan dinyanyikan secara sungguh-sungguh.
Namun informasi serangan terhadap bus pemain Boca perlahan diterima penonton di stadion, begitu pula beragam foto peristiwa itu.
Tidak ada pengumuman dari otoritas pertandingan, hanya ada rumor di media sosial. Kick-off ditunda, tapi penonton diyakinkan laga akan segera dimulai.
Waktu terus berlalu, tapi awak media tak kunjung mendapatkan data resmi pemain yang akan diturunkan.
Sejumlah peralatan latihan dan bola terlihat disiapkan di lapangan. Tapi para pemain tidak kunjung melakukan pemanasan, apalagi bertanding.
Masyarakat internasional menyenangi sepakbola Argentina. Gairah, semangat, corak, dan karakternya. Sangat mudah memunculkan romantisme pertandingan di negara ini.
Namun sesungguhnya, bagi warga lokal pertandingan seperti ini sangat melelahkan, berbahaya, dan bodoh.
Dan inilah yang kini sedang terjadi.
Sejarah singkat superclasico
Laga antara River Plate dan Boca Juniors kerap dianggap laga derbi yang paling terkenal dalam sejarah sepakbola.
Peserteruan mereka berawal saat dua klub itu didirikan di satu wilayah yang sama, yaitu kawasan La Boca di Buenos Aires, antara tahun 1905 hingga 1923.
Pada 1923, River pindah ke distrik Recoleta. Ketika sepakbola Argentina beralih profesional tahun 1931, River mengucurkan dana besar untuk pengembangan klub.
Sejak saat itu River mendapatkan julukan Los Millonarios.
Anggaran besar yang dikeluarkan River itu memanaskan rivalitas mereka dengan Boca. Saat River hijrah ke kawasan lain, Boca memutuskan tetap bertahan La Boca, kawasan masyarakat kelas pekerja.
Sejak saat itu, 69 trofi Liga Argentina telah diraih dua klub asal Buenos Aires itu: 36 untuk River dan 33 untuk Boca.
Sepanjang 58 tahun penyelenggaraan Copa Libertadores, ini adalah final pertama yang mempertemukan dua klub itu.
Kejadian Sabtu lalu mengulang peristiwa tiga tahun lalu di kandang Boca, La Bombonera. Kala itu, di jeda laga babak 16 besar Copa Libertadores, pendukung Boca menyemprotkan cairan merica ke pemain River.
Akibat peristiwa itu, Boca didiskualifikasi dan River melaju ke laga berikutnya tanpa melanjutkan pertandingan.(BBC)
Laga Final Copa Libertadores Ditunda Akibat Ulah Suporter
Senin 26 Nov 2018, 07:59 WIB

Editor
[email protected] Follow Poskota
Cek berita dan informasi menarik lainnya di Google News sekaligus ikuti WhatsApp Channel POSKOTA untuk update artikel pilihan dan breaking news setiap hari.
Berita Terkait
News Update
Diskon Tol 30 Persen Mudik Lebaran 2026 Berlaku Sampai Kapan? Cek Jadwal Periode dan Besaran Potongannya
Senin 16 Mar 2026, 07:17 WIB
TEKNO
Kode Redeem FF Hari Ini 16 Maret 2026, Dapatkan Legendary Bundle dan Diamond Gratis
16 Mar 2026, 06:46 WIB
EKONOMI
Harga Emas Antam Hari Ini 16 Maret 2026 Turun di Level Rp2.997.000 per Gram, Koleksi Sekarang?
16 Mar 2026, 06:30 WIB
JAKARTA RAYA
Ganjil Genap Jakarta Senin 16 Maret 2026 Berlaku atau Tidak? Cek Infonya
16 Mar 2026, 06:00 WIB
EKONOMI
Harga Emas Perhiasan 24 Karat Hari Ini 16 Maret 2026 Stagnan di Angka Rp2.645.000 per Gram
16 Mar 2026, 05:45 WIB
JAKARTA RAYA
Pastikan Mudik Nyaman, PLN Pantau Pasokan Listrik di Stasiun Gambir
16 Mar 2026, 05:35 WIB
JAKARTA RAYA
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Hari Ini Senin 16 Maret 2026, Tidak Berpotensi Hujan
16 Mar 2026, 05:30 WIB
RAMADHAN
5 Keutamaan Bayar Zakat Fitrah yang Harus Diketahui Umat Islam Saat Bulan Ramadhan
16 Mar 2026, 04:00 WIB
RAMADHAN
Jadwal Imsak dan Subuh Jakarta Hari Ini 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Waktu Lengkapnya di Sini
16 Mar 2026, 03:45 WIB
OLAHRAGA
Link Live Streaming Lazio vs AC Milan di Serie A 2025/2026, Kick-Off 02.45 WIB
16 Mar 2026, 02:15 WIB
RAMADHAN
Mudik Sekaligus Healing, Pemudik Pilih Jalur Pansela dan Pantura Dibanding Tol
15 Mar 2026, 21:32 WIB