Bom Kampung Kok Takut Itu Kata Komnas HAM Lho!

Senin 21 Mei 2018, 06:13 WIB

KINI Komnas HAM punya istilah baru: bom kampung. Mereka mengecilkan arti bom teroris yang memporak-porandakan kota Surabaya dengan korban 33 jiwa. Ketika negara membentuk Koopssusgab untuk bantu Polri tangani teroris, Komnas HAM lebih memikirkan HAM-nya teroris, ketimbang rakyat tak berdosa yang jadi korban. Selama ini publik hanya tahu istilah ayam kampung, yaitu ayam bukan ras yang dipelihara orang-orang di kampung. Dagingnya gurih meski lebih keras, dan selalu diburu orang setiap menjelang Lebaran. Sebab bikin kupat opor tanpa ayam kampung, jadi kurang afdol rasanya menyambut Idul Fitri. Lebaran masih jauh, tapi Komnas HAM sudah bikin istilah baru: bom kampung. Istilah ini dimunculkan Chairul Anam komisioner Komnas HAM, ketika menanggapi tekad pemerintah menurunkan Koopssusgab (Komando Operasi Khusus Gabungan) untuk membantu Polri menumpas teroris yang makin mengganas akhir-akhir ini. Meski teror bom 5 tempat di Surabaya itu telah menelan 33 jiwa, baik itu rakyat, polisi maupun pelakunya sendiri, di mata Komnas HAM pemerintah terlalu berlebihan jika sampai turunkan Koopssusgab. “Yang kita hadapi ini bom nggak jelas. Bom kampung, bom rusun. Saya tidak ngomong kualitas kebiadabannya, tapi ini kualitas ancamannya.” Kata Chairul Anam. Ketika banyak keluarga kehilangan orang-orang terkasihnya, Komnas HAM mengesampingkan akan kebiadaban para teroris tersebut. Mereka malah sibuk bicara soal kualitas ancamannya, yang di mata mereka kecil. Apakah komisioner Komnas HAM itu tak membayangkan, seandainya yang jadi korban itu keluarga sendiri? Di mana itu hati nurani? Jika pasukan elit TNI ikut diturunkan, apanya yang dikhawatirkan? Di mata Komnas HAM itu akan menurunkan derajat TNI, karena teror sebagaimana yang di Surabaya dan tempat-tempat lain dianggapnya sepele. Masalah begini masih dianggap sepele? Begitu banyak rakyat jadi korban, kesatuan NKRI terancam oleh ISIS, masih juga dianggap sepele? Komnas HAM memperjuangkan hak azasi manusia adalah memang tugasnya. Tapi jika mereka justru tak peduli akan HAM-nya para korban teroris, terpaksalah lagi-lagi publik pinjam istilah Rhoma Irama: terlalu…..! – gunarso ts


News Update