Tegakah PKS Meninggalkan Gerindra Merana Sendirian?

Senin 23 Apr 2018, 06:40 WIB

SELAMA ini Gerindra-PKS nampak intim banget. Tapi belakangan PKS mulai “menjauh”, karena sembilan kadernya yang diplot untuk Cawapres Prabowo, tak direspon Gerindra. Kini PKS mulai mendekati PAN, PKB maupun Demokrat untuk bikin Capres poros ketiga. Benar-benar tegakah PKS meninggalkan Gerindra merana sendirian? Saat Pilgub DKI, Gerindra-PKS baru memenangkan Anies-Sandi. Terlepas bagaimana cara pemenangan itu, yang jelas kini Anies-Sandi sudah berhasil duduk di Balaikota. Menghadapi Pilpres 2019 mendatang, PKS-Gerindra memperpanjang masa bulan madunya itu, karena ingin mendudukkan Prabowo sebagai presiden gantikan Jokowi. Tapi dalam politik itu tak ada makan siang gratis. PKS mau berkoalisi permanen, asalkan salah satu dari sembilan kadernya yang diplot untuk Cawapres, diambil Prabowo. Di mata PKS, para kader mereka sangat pilihan dan jaminan mutu. Tapi di mata Prabowo Ketum Gerindra, mereka tak ada yang menjual, setidaknya bisa meningkatkan elektabilitas Prabowo. Yang terjadi kemudian, PKS mendesak terus, tapi Gerindra hanya terus menghibur dan menghibur dengan alasan masih dipertimbangkan. Karena nasib kadernya tidak jelas sedangkan waktu terus mengejar, kini PKS mulai melirik PAN, PKB dan Demokrat. Mereka diajak membuka kemungkinan munculnya Capres poros ketiga. Stok Capres untuk poros ketiga memang lumayan banyak. Ada Rizal Ramli, ada Gatot Nurmantyo, dan yang lebih masuk akal adalah AHY. Putra SBY bisa disebut demikian, karena punya partai pengusung Demokrat. Tapi Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo? Meski mereka sudah siap “mengasong”, belum ada juga yang mau beli. Kini agaknya PKS mulai melirik Gatot Nurmantyo untuk Capres dan tentu saja dengan syarat Cawapresnya dari kadernya. Berhasilkah Capres poros ketiga ini? Jika pinjam istilah Rocky Gerung, itu masih fiksi. Yang jelas Gerindra juga mulai mendekati PAN dan Demokrat untuk jaga-jaga. Sebab jika tak ada ban serep, tak mungkin Prabowo maju mengandalkan partainya sendiri. Bila PAN, Demokrat dan PKB tak mau juga gabung ke Gerindra, tegakah mendengar Prabowo menyanyikan lagunya Ernie Djohan, “Jangan biarkan kusendiri..!” -gunarso ts


News Update