‘Ratu Adil’ Tak Kunjung Tiba Adanya Justru: Bupati Diadili

Kamis 25 Jan 2018, 06:15 WIB

MENURUT ramalan atau jangka Jayabaya, Indonesia baru akan adil makmur manakala telah muncul “Ratu Adil”, atau “Satriya Piningit”. Tapi kapan itu? Paranormal sudah nebak ini dan itu, tapi ternyata bukan juga. Paling ironis dan tragis, “Ratu Adil” tak kunjung tiba, yang ada justru “Bupati Diadili” gara-gara pada terlibat korupsi! Kebanyakan orang Jakarta, tahunya Universitas Jayabaya, perguruan tinggi swasta yang didirikan oleh almarum Prof. Dr. Muslim Taher. Tapi bagi orang Jawa pada umumnya, pasti lebih tahu tentang ramalan Jaya Baya. Raja Kediri di abad 12 itu menjanjikan dan meramalkan Indonesia pada saatnya nanti akan mengalami zaman keemasan, rakyatnya hidup dalam negara yang adil dan makmur. Bung Karno sendiri sebagai bapak pendiri bangsa, juga sangat mempercayai ramalan tersebut. Dalam sidang pengadilan di landrad Bandung, Bung Karno memberikan pembelaan dalam naskah yang berjudul “Indonesia menggugat”. Di sana Bung Karno menulis, “Tuan-tuan Hakim, apakah sebabnya rakyat senantiasa percaya dan menunggu-nunggu datangnya "Ratu Adil", apakah sebabnya sabda Prabu Jayabaya sampai hari ini masih terus menyalakan harapan rakyat ?” Berpuluh-puluh tahun setelah Bung Karno wafat, paranormal pun mulai menebak-nebak, siapa gerangan “Ratu Adil” dimaksud. Istilah “Notonagoro” misalnya, dikotak-katik bahwa No itu adalah presiden yang bernama Sukarno, To adalah Soeharto. Tapi ke sononya kok tidak lagi cocok? Sebab presiden ke-3 BJ Habibibie, ke-4 Gus Dur, ke-5 Megawati. Lalu ada juga yang menduga, “Ratu Adil” itu mungkin SBY, atau mungkin juga Jokowi sekarang. Tapi yang jelas, di era SBY maupun Jokowi kini, negeri yang adil dan makmur itu belum juga tercapai. Kalaupun ada yang makmur, hanyalah para konglomerat dan politisi Senayan. Paling ironis dan tragis, di kala rakyat menunggu datangnya “Ratu Adil” yang hadir justru “Bupati atau gubernur diadili”. Ini terjadi di mana-mana. Para gubernur dan bupati setelah dikejar-kejar KPK, akhirnya masuk sidang Tipikor dan berakhir di LP Sukamiskin Bandung. Mendagri Tjahjo Kumolo pernah mengatakan, sejak 2004 hingga 2017, terdapat 313 Kepala Daerah yang terlibat korupsi, umumnya penyuapan. Mereka terdiri dari bupati, walikota dan gubernur. “Satriya piningit” ternyata malah Kepala Daerah yang “dipingit” di sel KPK atau penjara Sukamiskin. -gunarso ts


News Update