Banjir di Jalur Pantura Jateng Paling Parah di Jepara

Rabu 22 Jan 2014, 00:17 WIB

SEMARANG ( Pos Kota ) - Hujan deras terus menerus yang melanda Jawa-Tengah mengakibatkan seluruh kota dan kabupaten di Jalur Pantura dilanda banjir . Sejak mulai Brebes , Tegal , Pemalang , Pekalongan , Batang , Kendal , Semarang , Demak , Kudus hingga ke Jepara . Banjir di Pantura Jateng paling parah melanda wilayah Kabupaten Jepara . Seluruh kecamatan di kota ukir tersebut tidak ada yang lolos dari banjir sehingga ribuan warga terpaksa harus dievakuasi . Warga Jepara yang jadi korban banjir lebih banyak dari korban banjir Kudus dan Pati, sementara proses evakuasi masih berlangsung, Selasa (21/1). Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng Sarwa Pramana mengatakan, "Kami sudah bekerjasama dengan Bakorwil dengan mengerahkan empat pertahu karet. Siang ini saya sedang dalam perjalanan ke Jepara dengan satu truk logistik." Menurut dia, hampir semua kecamatan di Jepara dilanda banjir, dengan delapan kecamatan terparah. Banjir juga melanda masing-masing empat kecamatan di Pati dan Kudus. "Dan semua sudah dievakuasi sejak tadi malam ke tempat yang lebih tinggi," ujarnya. Sementara itu Jalur Semarang-Jepara melalui Welahan, Selasa (21/1) siang lumpuh total menyusul banjir yang terimbas dari parahnya banjir di Jepara dimana permukaan air sudah mencapai leher orang dewasa. Sehingga memutus semua bantuan logistik korban banjir Jepara. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Jateng Sarwa Pramana yang mengawal logistik mengaku terjebak di Welahan. "Kondisi akses ke Jepara airnya sudah meluap, sehingga saya minta Dishub Provinsi untuk menutup akses ke Walahan mulai dari Trengguli Demak," katanya via telepon . Bebarapa sungai yang berada di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana meluap sehingga untuk kesekian kalinya memutus semua komunikasi antara Semarang ke Jepara, maupun Kudus ke Jepara. Karena semuanya lumpuh, menurut Sarwa, sangat diharapkan kerja sama antarstakeholder yakni Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana untuk segera bertindak. "Saya betul-betul memohon dengan sangat agar para stakeholder bertindak segera mungkin, karena kondisi sudah sangat parah," katanya Banjir di Semarang masih menggenangi lima kelurahan di kawasan Semarang utara yakni , Purwosari , Bandarharjo . Tanjungmas , Tawangsari dan Kuningan . Bahkan di Semarang terdapat bangunan sekolah yang masih digenangi banjir . ( Suatmadji ) . Teks : Banjir di Jalur Pantura Genuk Semarang


Berita Terkait


News Update