Untuk menjaga kebugaran fisik di tengah kesibukan kerja yang padat, ia menyarankan masyarakat untuk pandai memanfaatkan waktu luang dengan bergerak aktif secara konsisten.
"Kalau fisik, aktivitas fisik tentunya harus dijaga. Kalau misalkan kita sekarang terlalu sibuk nih kerja, meeting sana sini, waktunya banyak habis di jalan, itu kan sebetulnya kita harus bisa yang namanya curi-curi waktu. Misalkan kita enggak sempat nih untuk ke tempat olahraga, untuk nge-gym, kita siasatin setiap habis makan itu kita jalan kaki lah. Jalan kaki lah 10 sampai 15 menit. Yang adem-adem aja di dalam kantor juga boleh, yang penting kita bergerak," ujarnya.
Selain pergerakan fisik, mengontrol pola makan yang seimbang serta menyaring beban pikiran (mindful) turut memengaruhi kestabilan hidup harian.
Citra membeberkan bahwa tekanan atau stres finansial memiliki keterkaitan erat yang berpotensi menurunkan kualitas kesehatan mental dan fisik seseorang.
"Ada jurnalnya yang betul membahas kalau stres finansial itu berpengaruh terhadap kesehatan mental dan juga fisik. Jadi kita harus bisa gimana caranya manage agar kita bisa lebih gimana caranya menghadapi permasalahan itu satu per satu lah. Nanti kalau misalkan dirasa sudah butuh bantuan profesional, jangan segan-segan untuk minta bantuan profesional," ucapnya.
Tantangan Generasi Pelapis dan Skala Prioritas
Menanggapi pertanyaan mengenai tantangan yang dihadapi oleh generasi pelapis (sandwich generation) dalam membagi porsi finansial pribadi dan keluarga, Citra menyarankan agar selalu mengedepankan skala prioritas.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar harus diutamakan terlebih dahulu sebelum mengalokasikan dana untuk kebutuhan sekunder maupun tersier.
“Mungkin kalau dari saya, kalau saya mungkin lebih ke kebutuhan dasarnya dulu ya yang harus dipenuhi. Antara kebutuhan diri sendiri dan keluarga pasti ada kebutuhan dasarnya dulu nih, baru yang sekunder yang tersiernya,” ujarnya.
